SSSTTTT… INI REFORMASI JILID 2?

- Pewarta

Rabu, 25 September 2019 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAHASISWA bergerak. Kok tiba-tiba? Kemana aja selama ini? Kemana mereka ketika emak-emak berjuang menuntut pilpres yang jujur, adil, dan benar? Masih banyak tanya yang bisa dilontarkan untuk para mahasiswa.

Tapi, sudahlah kita simpan saja. Saat ini, kita cermati gerak mereka. Kita amati arah mereka. Dan kita biarkan juga orang atau pengamat yang membuat analisa. Kita tunjukkan tentang demokrasi yang hakiki.

Disadari atau tidak, ada dua pandangan yang tajam dan berbeda menyikapi gerakan mahasiswa. Pandangan pertama, curiga. Dan pandangan kedua menyambut gembira. Menurut hemat saya, keduanya sah.

Dua kutub

Bagi mereka yang ada di kutub pertama, kecurigaannya sangat beralasan. Begini kira-kira dasarnya :

1. Tanpa ada pemanasan, tiba-tiba mahasiswa menyalak di mana-mana. Catatan, khusus gerakan mahasuswa Riau, murni marah dan bergerak karena momentumnya pas. Jadi khusus Riau, semua pihak meyakini iti murni.

2. Selama ini mahasiswa diam. Mereka seolah-olah tidak melihat ada hal yang aneh dalam politik nasional. Bahkan 700 petugas KPPS meninggal hampir bersamaan dengan pola yang juga sangat mirip, pun tak membuat mereka tergerak.

3. Melihat emak-emak mereka bahu-membahu memperjuangkan keadilan di pilpres 2019, bahkan beberapa di antaranya harus ditahan, mereka tetap diam.

4. Lalu muncul sinyalemen, ini perlu didalami dan dibuktikan, mereka, dalam hal ini BEM, dicurigai dan dituding telah ‘dirawat’ oleh satu kekuatan dengan cara digelontorkan sejumlah uang, setiap bulan agar mereka terdiam. Sekali lagi tudingan itu harus didalami dan dibuktikan. Namun yang pasti BEM selama itu memang adem-ayem.

5. Demo atau aksi kegiatan yang melibatkan masa ribuan, hampir pasti dikawal oleh ribuan petugas keamanan. Contoh demo emak-emak di KPU, Bawaslu, dan MK, petugas yang turun tidak kurang dari 30.000. Demo mahasiswa kali ini, nyaris sepi dari petugas.

6. Demo untuk alasan apa pun, sesuai uu ketertiban, wajib berakhir pukul 18.00, kecuali demo-demo khusus. Demo mahasiswa kali ini, sepertinya tak mengenal batas waktu.

7. Dicurigai gerakan ini setingan yang ujungnya akan membuat seseorang jadi hero karena bisa berkompromi dengan tekanan. Siapa hero itu? Patut dapat diduga adalah penguasa.

8. Dicurigai juga sebagai alat untuk bargening oleh kelompok dalam yang mulai tersisih.

Lalu, bagi kutub yang menyambut demo mahasiswa ini sebagai gerakan murni, tak perduli dengan catatan-catatan itu. Bagi mereka gerakan perubahan itu memang hanya sah jika para mahasiswa itu ada di depan. Tahun 1966, Bung Karno tumbang dan 1998, Pak Harto lengser, karena mahasiswa ada di depan.

Nah, inilah saatnya mereka, para mahasiswa bergerak. Inilah saatnya rezim akan segera tumbang. Tak perduli kemarin-kemarin BEM atau para mahasiswa bertapa, dibayar untuk diam, dan sebagainya. Itu tidak penting lagi.

Kita nikmati saja anak-anak kita itu manggung. Kita nikmati saja, nyanyian atau tarian apa yang akan mereka bawakan. Kita nikmati saja pekik dan gelombang mereka. Ya, kita nikmati saja, sambil berharap: siapa tahu sssttttt…. (pelan-pelan) jadi reformasi jilid-2.
Ya, siapa tahu aja. Aamiin..

[Oleh: M. Nigara. Penulis adalah Wartawan Senior Indonesia]

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB