Persoalan harga yang anjlok di musim panen juga mengemuka dalam bincang-bincang yang diadakan di Balai Desa Mojorembun itu.
“Kalau harga bawang naik, pemerintah langsung mengadakan operasi pasar,” kata Mbah Wiji, salah seorang petani yang juga urun bicara.
“Tapi saat harga bawang anjlok, seringnya tak ada langkah apa pun dari pemerintah untuk membantu kami.”
Menanggapi hal-hal yang disampaikan tersebut, Puan nyatakan akan meneruskannya pada pemerintah pusat.
Ia juga meminta perwakilan dari Petrokimia Gresik yang ikut mendampingi kunjungannya untuk menjelaskan hal yang melatari terjadinya masalah-masalah seputar pupuk.
Perwakilan dari Petrokimia Gresik tersebut mengatakan turunnya alokasi pupuk tersebut dikarenakan terbatasnya anggaran.
“Anggaran yang semula dialokasikan untuk sekitar 107 ribu ton pupuk, turun hingga 78% hingga jumlah pupuk yang dibagikan pada petani pun harus disesesuaikan,” jelasnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





