Rano Karno Usul Satu Lembaga Olahraga yang Mempersatukan Atlet

- Pewarta

Senin, 29 Juni 2020 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno menilai, di Indonesia masih ada tumpang tindih kewenangan di bidang olahraga. Komite Olaharaga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olahraga Internasional (KOI) sering kali bertengkar memperebutkan pengaruh kepada para atlet. Untuk itu, butuh satu saja lembaga oleharaga yang sekaligus mempersatukan para atlet.

Ia mengemukakan hal ini saat mengikuti rapat dengar pendapat membahas RUU Keolahragaan Nasional dengan Badan Keahlian Dewan (BKD). Hadir secara fisik di ruang rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2020), politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, sudah saatnya kedua lembaga olahraga nasional itu disatukan agar tak terus berbenturan.

“Di Indonesia ada dua komite olahraga, KONI dan KOI. Sering terjadi pertengkaran di antara keduanya. KONI lingkupnya nasional, KOI lingkup internasional. Sementara keduanya membutuhkan atlet. Selalu ada overlapping kewenangan. Tidak mungkin KOI mengirim atlet tanpa ada KONI,” tandas Rano.

Harus disepakati lembaga olahraga di Indonesia ini seperti apa. Setidaknya, kata Rano, ada komite yang mengurus para atlet amatir dan komite atlet profesional. Sementara bicara RUU olahraga sendiri, ia mengharapkan, perlu rumusan regulasi olahraga yang bisa diimplementasikan jangka panjang. “UU lama tentang olahraga direvisi, karena perkembangan olehraga nasional maupun dunia telah berkembang pesat,” katanya.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Keolahragaan Nasional sudah 15 tahun berjalan. Sedangkan perkembangan olahraga dunia sudah berubah total, sehingga perlu perancangan yang agak panjang supaya semua target bidang olahraga tercapai. Sayangnya, lanjut legislator dapil Banten III itu, olahraga belum menjadi profesi di Indonesia.

“Beda dengan di luar negeri, untuk menjadi petenis profesional, atlet sudah berlatih sejak kecil. Mereka menyadari masa keemasan atlet itu tidak pernah lebih dari 30 tahun. Sementara di Indonesia olahraga itu hanya dipandang sebagai latihan tubuh tidak dipandang sebagai kegiatan profesional. (dpr)

Berita Terkait

Kebun teh Toba Sari Jadi Arena APRC 2025: PalmCo Siapkan Rp 380 Juta untuk Infrastruktur
Dana Rp277 Miliar Buat Timnas Cair Januari 2025, Erick Thohir Sebut Dukungan Penuh Presiden Prabowo
Ini Dia Agent-Agent Valorant Paling Meta Saat Ini!
Jangan Lewatkan! BDMNTN-XL Hadirkan Format Baru dan Para Bintang Bulu Tangkis Dunia di Jakarta
Prabowo Subianto Berhasil Cetak Gol, Usai Terima Tantangan ‘Olympics Challenge’ Presiden FIFA Gianni Infantino
Final Tournament Mini Soccer PROPAMI CUP V 2024 Berlangsung Meriah di Lapangan Triboon, Jakarta
Turnamen Mini Soccer V PROPAMI 2024: Momen Pererat Silaturahmi dan Sportivitas Insan Pasar Modal di HUT Jakarta
Timnas Indonesia Hadapi Libia dalam Pertandingan Uji Pertama, Persiapan Menuju Piala Asia 2023

Berita Terkait

Senin, 4 Agustus 2025 - 11:42 WIB

Kebun teh Toba Sari Jadi Arena APRC 2025: PalmCo Siapkan Rp 380 Juta untuk Infrastruktur

Sabtu, 14 Desember 2024 - 15:44 WIB

Dana Rp277 Miliar Buat Timnas Cair Januari 2025, Erick Thohir Sebut Dukungan Penuh Presiden Prabowo

Rabu, 9 Oktober 2024 - 15:54 WIB

Ini Dia Agent-Agent Valorant Paling Meta Saat Ini!

Jumat, 6 September 2024 - 17:53 WIB

Jangan Lewatkan! BDMNTN-XL Hadirkan Format Baru dan Para Bintang Bulu Tangkis Dunia di Jakarta

Senin, 29 Juli 2024 - 15:58 WIB

Prabowo Subianto Berhasil Cetak Gol, Usai Terima Tantangan ‘Olympics Challenge’ Presiden FIFA Gianni Infantino

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB