Pupuk Indonesia Siap Cukupi Kebutuhan Petani

- Pewarta

Jumat, 6 Desember 2019 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Solo – PT. Pupuk Indonesia (Persero) mengaku siap mencukupi kebutuhan petani baik itu untuk pupuk subsidi maupun nonsubsidi sehingga petani tak perlu khawatir terjadi kelangkaan komoditas strategis tersebut.

“Kami sudah menyiapkan di gudang-gudang itu stok secara cukup, sekitar 150 persen dari ketentuan,” kata Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Achmad Tossin Sutawikara di Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/12/2019).

Meski demikian, pihaknya juga melakukan antisipasi dengan menyediakan pupuk nonsubsidi karena untuk pupuk subsidi kemungkinan penyerapannya tidak bisa maksimal. Menurut dia, ada keterbatasan alokasi untuk penyaluran pupuk subsidi ini.

“Misalnya kebutuhan 1.000 ton tetapi yang bisa dialokasikan lebih rendah dari itu sehingga kami menutupnya dengan pupuk nonsubsidi. Ini kami siapkan di pengecer, masing-masing 500 kg. Tujuannya untuk mengantisipasi kalau pupuk subsidi sudah tidak ada tetapi kebutuhan masih banyak,” katanya.

Sesuai dengan arahan pemerintah, dikatakannya, alokasi pupuk subsidi pada tahun 2020 secara nasional sebesar 7,9 juta ton. Angka ini turun dibandingkan alokasi tahun 2019 sebesar 8,8 juta ton dan di tahun 2018 sebesar 9,5 juta ton.

“Mengenai penurunan alokasi ini kan keputusan pemerintah, di luar kewenangan kami, yang jelas produksi kami cukup, distribusi cukup. Bahkan seandainya pemerintah menambah lagi alokasi, barang itu ada,” katanya.

Ia mengatakan total produksi Pupuk Indonesia setiap tahunnya sekitar 13 juta ton. Beberapa jenis yang diproduksi di antaranya Urea, NPK, SP36, ZA, dan Organik.

Sementara itu, terkait dengan penundaan masa tanam di sejumlah daerah akibat kemarau panjang kali ini, dikatakannya, tidak berpengaruh pada volume produksi Pupuk Indonesia.

“Kami tidak mengurangi produksi, cukup disimpan di dalam stok saja. Stok yang banyak ini disebabkan karena penundaan musim tanam dan alokasi yang berkurang tadi,” katanya. (ris)

Berita Terkait

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć
Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:26 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:00 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Minggu, 27 September 2026 - 16:34 WIB

SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć

Senin, 14 September 2026 - 09:15 WIB

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN

Berita Terbaru