Puan Ingin Kesehatan dan Ekonomi Harus Diperkuat Secara Bersamaan

- Pewarta

Kamis, 11 Juni 2020 - 03:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengikuti rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR di gedung Nusantara II, kompleks gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2015. Rapat tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian atau Lembaga (RKA K/L) Kementerian Koordinator dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBNP) Tahun Anggaran 2016 dan Rencana Kerja Pemerintah 2016. [TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo; DE2015061012]

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengikuti rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR di gedung Nusantara II, kompleks gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2015. Rapat tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian atau Lembaga (RKA K/L) Kementerian Koordinator dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBNP) Tahun Anggaran 2016 dan Rencana Kerja Pemerintah 2016. [TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo; DE2015061012]

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani memastikan tatanan normal baru atau new normal yang akan diterapkan Pemerintah harus memperkuat kesehatan dan ekonomi secara bersamaan. Untuk itu, menurut Puan, new normal perlu diatur secara komprehensif di setiap sektor dan skenario, agar bisa bersamaan menjaga kesehatan rakyat sekaligus memutar kembali roda ekonomi Indonesia.

“Ini penting karena new normal yang diperlukan Indonesia bukan yang memilih antara ekonomi dan kesehatan, tapi bagaimana keduanya bisa berjalan bersamaan,” ujar politisi PDI-Perjuangan itu dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Rabu (10/6/2020).

Puan menyampaikan alah satu yang harus diperhatikan adalah kegiatan sosial dan ekonomi di pasar-pasar tradisional. Diketahui, sudah ada laporan beberapa pedagang di pasar tradisional yang terinfeksi Covid-19. Itu menunjukkan, jika tidak ada penanganan yang tepat, maka pasar tradisional bisa menjadi sumber penularan.

Padahal, lanjut Puan, denyut nadi ekonomi daerah itu bisa terasa di pasar-pasarnya, yang juga menjadi salah satu tempat utama terjadinya interaksi sosial masyarakat sebuah daerah. “Maka itu perhatian pemerintah terhadap penetapan dan penerapan protokol new normal di pasar tradisional sangat dibutuhkan karena pasar tradisional adalah penggerak sektor ril ekonomi rakyat,” jelas legislator dapil Jawa Tengah V itu.

Puan juga menenkankan agar sosialisasi protokol new normal dilakukan sejelas mungkin supaya dapat dipahami semua kalangan. Selain protokol new normal yang sangat rinci, diperlukan juga mekanisme monitoring dan evaluasi yang ketat.  Terlebih, Puan mencatat pada Selasa (9/6/2020) berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19, ada penambahan 1.034 kasus positif Covid-19.

Karenanya, angka-angka seperti ini harus dimonitor ketat dan menjadi dasar pengambilan keputusan.  Kendati demikian, Puan mengapresiasi target awal pengujian 10.000 spesimen dari tes Covid-19 sudah tercapai dan Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan ingin menaikkan target menjadi 20.000 per hari. Hal itu, lanjut Puan, agar sejalan dengan kebijakan new normal dan bisa menggerakan ekonomi masyarakat, tanpa mengabaikan risiko kesehatan.

“Kita juga menanti terobosan instansi terkait dalam hal pelacakan penyebaran Covid-19 yang sudah didorong untuk memanfaatkan sistem teknologi telekomunikasi. Jadi protokol new normal yang rinci, disertai dengan pengujian spesimen tes yang terus diperbanyak, serta pelacakan penyebaran yang luas dan cepat, semuanya perlu dilaksanakan bersamaan agar kesehatan rakyat terjaga sekaligus roda ekonomi kembali berputar,” tandasnya. (dpr)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB