Adilmakmur.co.id, Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubdat Kemenhub) melakukan peresmian Teman Bus, yaitu layanan transportasi perkotaan berbasis jalan di Palembang, Sumatera Selatan pada Selasa (2/6/2020). Adapun peresmian dilakukan secara online.
Pengoperasian Teman Bus ini menjadi layanan pertama di Kota Palembang yang hadir dalam program Buy The Service (BTS) dan bekerja sama dengan PT Transmusi Palembang Jaya. Teman Bus merupakan kepanjangan dari Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal, dan Nyaman, hadir sebagai Angkutan Bus Rapid Transit (BRT) untuk penunjang mobilisasi masyarakat yang terintegrasi dengan layanan angkutan massal LRT yang sudah tersedia di Palembang.
Teman Bus juga hadir untuk mendukung Trans Musi sebagai layanan BRT dari Pemerintah Kota Palembang yang sudah lebih dahulu hadir di Palembang sejak 2010.
“Ini pertama kali kami lakukan. Palembang merupakan yang pertama diantara 5 (lima) kabupaten/kota yang mendapatkan program Buy The Service (BTS) di Indonesia. Kota lainnya yang menjadi sasaran program BTS yakni Solo, Yogyakarta, Denpasar, dan Medan,” kata Dirjen Budi, Selasa (2/6/2020).
Layanan Teman Bus di Kota Palembang tersedia sebanyak 45 unit, yang melayani di 3 koridor, yaitu Koridor 1 Terminal Alang Alang Lebar – Dempo, Koridor 2 Asrama Haji – Terminal Sako, dan Koridor 3 Terminal Plaju – Pasar Induk Jakabaring. Teman Bus berupa kendaraan bus sedang yang berkapasitas 40 penumpang dengan 20 tempat duduk serta bus besar yang berkapasitas 60 penumpang dengan 30 tempat duduk serta kursi prioritas. Setiap bus mempunyai 1 pintu masuk di bagian depan dengan low deck, dan 1 di pintu bagian tengah adalah high deck.
Dalam kesempatan itu, Dirjen Budi menilai bahwa Palembang dipilih karena siap secara organisasi, infrastruktur, maupun operasionalnya. “Untuk itu kami berikan apresiasi yang baik atas kemitraan yang terjadi antara Ditjen Hubdat dengan Kota Palembang. Ini adalah salah satu pengembangan kami di Ditjen Hubdat yang merupakan proyek percontohan, pertama kali diselenggarakan di Indonesia atas pelayanan angkutan umum moda transportasi massal tapi dengan menggunakan skema BTS dan sudah direncanakan sejak 2 tahun lalu. Mudah-mudahan ini cocok dengan skema kita selanjutnya,” jelasnya.
Untuk saat ini, masyarakat yang ingin menggunakan Teman Bus tidak dikenakan biaya. Pemerintah memberikan subsidi penuh terhadap biaya operasional layanan yang dilaksanakan oleh operator dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Standar pelayanan inilah yang menjadi acuan pelayanan operator untuk layanan yang lebih baik kepada masyarakat, sehingga diharapkan lebih banyak penumpang yang beralih ke moda transportasi publik. (inf)