Prabowo Subianto : Bukan Radikalisme yang Meningkat, Tapi Semakin Banyak Rakyat Miskin Frustasi

- Pewarta

Rabu, 28 November 2018 - 04:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto saat menghadiri The World 2019 Gala Diner yang diselenggarakan The Economist di Singapura, Selasa (27/11/2018) malam.

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto saat menghadiri The World 2019 Gala Diner yang diselenggarakan The Economist di Singapura, Selasa (27/11/2018) malam.

Adilmakmur.co.id, Singapura – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku prihatin dengan kondisi kemiskinan yang terjadi di tengah masyarakat. Menurutnya, kemiskinan akut bisa menimbulkan frustasi di masyarakat.

“Menurut saya bukan meningkatnya radikalisme, tapi saya pikir ada rasa frustasi di kalangan masyarakat. Perasaan bahwa hidup kita tertinggal, dan banyak orang asing dan kita melihat pertumbuhan ekonomi 5%, tapi hasil pertumbuhan itu tidak dirasakan mayoritas rakyat,” kata Prabowo Subianto saat menjadi pembicara utama di The World 2019 Gala Diner yang diselenggarakan The Economist di Singapura, Selasa 27 November 2018 malam.

BACA JUGA : Prabowo : Indonesia Butuh Orang Cerdas dan Jujur

Rasa frustasi itu, lanjut Prabowo, kemudian dibumbui dengan kesenjangan ekonomi. Mayoritas masyarakat miskin disuguhi kemewahan yang dipertontokan oleh segelintir orang kaya.

Keluhan Sumiati : Pak Sandi, Sembako Mahal Pak

“Jadi mereka melihat banyak mobil mahal lewat, mereka merasa iri dengki, dan mereka tonton sinetron di TV tentang orang Indonesia kaya yang tinggal di rumah mewah, sedangkan mereka tinggal di gubuk,” terang Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan, kesenjangan ekonomi tak hanya terjadi antara desa dan kota. Di Jakarta, ibu kota pemerintahan RI, kesenjangan itu juga tampak nyata.

“Di Jakarta, hanya satu jam dari Istana Presiden, di Jakarta Utara, kita tidak ada air bersih. Menurut saya ini sangat mengkhawatirkan,” kata Prabowo.

Fakta demikian, menurut Prabowo sangat menghawatirkan. Kini, Indonesia tengah berlomba dengan waktu. Mewujudkan pemerataan kesejahteraan, atau rakyat menjadi semakin frustasi.

“Maka saya menganggap kita sedang berlomba, berlomba dengan waktu, bagaimana kita bisa menyediakan pelayanan mendasar kepada jumlah terbanyak rakyat Indonesia,” ucap Prabowo. (dam)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB