Pompa Listrik, Solusi Kabupaten Kebumen Antisipasi Kekeringan

- Pewarta

Kamis, 2 Juli 2020 - 02:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani berada di areal sawah miliknya yang kekeringan di Desa Pegagan, Kecamatan Terisi, Indramayu, Jawa Barat, Senin (15/7/2019). Sedikitnya 250 hektare lahan sawah di kecamatan tersebut mengalami puso dan gagal panen akibat kesulitan mendapat pasokan air irigasi. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/wsj.

Petani berada di areal sawah miliknya yang kekeringan di Desa Pegagan, Kecamatan Terisi, Indramayu, Jawa Barat, Senin (15/7/2019). Sedikitnya 250 hektare lahan sawah di kecamatan tersebut mengalami puso dan gagal panen akibat kesulitan mendapat pasokan air irigasi. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/wsj.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Indonesia memiliki sawah tadah hujan yang cukup luas, sistem pengairannya ada yang masih mengandalkan curah hujan sehingga hanya bisa panen sekali setahun dan sudah banyak juga lahan pertanian yang sistem pengairanya tertata dengan bagus.

Seperti halnya di Desa Singoyudan Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah, lahan sawah tadah hujan ini kini sudah bisa panen 3 kali dalam setahun dengan inovasi pompa listrik dengan sumur sebagai solusi ditengah kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, Tri Haryono mengatakan bahwa luas sawah di Desa Singoyudan mencapai 119 hektar (ha) yang merupakan sawah tadah hujan. Desa tersebut dulunya hanya panen sekali setahun saja namun saat ini sudah para petani sudah beralih menggunakan pompa air listrik.

“Dulu para petani juga menggunakan pompa air yang menggunakan bahan bakar namun untuk menghemat bahan bakar sekarang petani beralih ke pompa air listrik,” ujarnya di kantornya, Kebumen, Rabu (1/7/2020).

Ia menambahkan bahwa saat ini sudah ada 15 pompa listrik yang ditempatkan pada rumah rumah pompa yang bisa mengairi sawah para petani. Inovasi ini dinilai mampu menghemat biaya hingga 65 persen sehingga pelan pelan semua petani mulai beralih.

Lebih lanjut Tri mengatakan pada musim kemarau seperti yang sudah diinformasikan Kementerian pertanian (Kementan), petani tetap dapat berproduksi karena sudah menggunakan sumur dan pompa air. Selain sawah, komoditas hortikultura juga berkembang karena air sekarang sudah cukup.

“Ada 6 kecamatan yang tabah hujan mulai dari Kecamatan Mirit, Ambal, Buluspesanyren, Klirong, Petanahan dan Puring. Di sana komoditas Hortikulturanya juga berkembang,” ungkapnya.

Dikesempatan berbeda, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi mengungkapkan Kementan terus mengupayakan ketersediaan pangan khususnya beras sebagai pangan pokok dalam keadaan atau tantangan apapun.

Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, penyediaan pangan adalah tugas negara sehingga dalam keadaan apapun produksi pangan harus tangguh.

“Kementerian Pertanian memberikan dukungan penuh. Bantuan dan program nyata seperti benih varietas unggul yang tahan kekeringan, alat mesin pertanian berupa pompa, asuransi pertanian untuk ganti rugi jika gagal panen atau penggantian benih dan dana kredit usaha rakyat,” ucapnya.

Suwandi menjelaskan Kementan memiliki program pengembangan petani produsen benih padi berbasis korporasi petani, guna memproduksi benih yang tahan kekeringan sehingga ketersediaan benih terjamin. Produksi tingggi maka harus gunakan benih padi yang berkualitas karena benih adalah penciri produktivitas.

“Oleh karena itu, kami dukung peningkatan akses bagi petani agar mudah memperoleh benih unggul. Dengan memberdayakan petani menjadi penangkar yang mandiri maka akan memperluas penyediaan benih berkualitas,” terangnya.

Lebih lanjut Suwandi menilai terobosan berupa inovasi pompa air listrik sebagai solusi antisipasi kekeringan ini dapat membantu guna mencapai target produksi di tahun 2020 ini. Perlu diketahui, pada MT II target tanam seluas 5,6 juta hektar, sehingga di Juli sampai Desember 2020 akan ada stok 12,5 sampai 15 juta ton beras.

Sedangkan realisasi luas panen Januari-Juni 5,83 juta hektar dengan produksi 29,31 juta ton gabah kering giling.

“Penggunaan pompa air tentunya membantu dalam percepatan tanam dan mengoptimalkan lahan dari yang tidur menjadi ditanami padi karena adanya air irigasi. Maka kita dorong daerah lain juga untuk gunakan pompa air dan petaninya pun bisa menghemat biaya. Kami di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan selalu turun ke lapang membina dan memantau kondisi laoangan,” tutur Suwandi. (pub)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB