Pertamina Siapkan Tiga Skenario Transformasi Energi

- Pewarta

Kamis, 28 November 2019 - 03:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Direktur Perencanaan, Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina, Heru Setiawan, mengatakan transformasi energi harus dihadapi, termasuk oleh Pertamina, maka ada tiga skenario yang bisa dijalankan.

Pertama, menjalankan bisnis seperti biasa. Kedua, menangkap keinginan pasar. Ketiga, menjalankan bisnis yang paling ramah lingkungan.

“Inilah yang Pertamina akan lakukan untuk tetap bertumbuh untuk rakyat dan juga sebagai perusahaan. Kami harus menyeimbangkan antara menjaga mandat dan menjalankan misi sebagai perusahaan bisnis,” katanya di Jakarta, Rabu (27/11/2019) dalam penutupan Pertamina Energy Forum (PEF) 2019.

Heru mengatakan siap atau tidak siap Pertamina akan melakukan transformasi energi. Untuk itu, Pertamina telah menyiapkan rencana jangka panjang yang disesuaikan dengan kondisi dan perilaku konsumen.

Menurut Heru, Pertamina membuat strategi bisnis jangka panjang Pertamina akan menyesuaikan pada enam tren perubahan di sektor energi dunia.

Keenam tren tersebut adalah dekarbonisasi, konsumerisasi, elektrifikasi, desentralisasi, digitalisasi dan integrasi.

“Ini semua yang kami pertimbangkan untuk membuat rencana bisnis. Kami juga melihat ada disrupsi. Terkait ini kami membagi empat, ekonomi makro, regulasi, pelanggan dan kompetisi serta teknologi. Berdasarkan ini kami lihat ada disrupsi yang kami pertimbangkan,” ungkap Heru.

Untuk menghadapi transisi energi, Pertamina telah melakukan berbagai upaya, mulai dari melakukan penelitian untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik hingga konversi kilang minyak agar bisa mengolah minyak sawit mentah menjadi bahan bakar.

Seperti yang dilakukan di Kilang Plaju dimana Pertamina telah mulai mengolah produk turunan CPO menjadi bensin. Selain itu, Pertamina juga memproses produk turunan CPO menjadi solar yang dilakukan di Kilang Dumai serta melakukan riset bersama ENI untuk pengembangan green refinery.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Massimo Trani, Vice President Licensing Contract Management ENI yang mengatakan tujuan ENI mengubah kilang konvensional menjadi kilang ramah lingkungan adalah untuk menyelamatkan iklim dan menumbuhkan perekonomian dan mengurangi gas rumah kaca.

ENI fokus pada untuk mengurangi emisi di sisi hilir dengan lima pilar. Salah satunya adalah bahan bakar terbarukan, yakni konversi kilang menjadi biofuel. Pada saat bersamaan ENI melakukan penelitian untuk sumber-sumber energi yang berkelanjutan serta mengembangkan penggunaan gas alam.

“Kami percaya, gas tidak terbarukan namun sangat melimpah. Dan bisa digunakan untuk kapal, truk besar dan kendaraan lain berupa LNG. LNG memiliki karbon rendah,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Sundeep Biswas, selaku Partner and Head of AT Kearney’s Energy Practice in Sea, mengatakan transisi energi akan memunculkan potensi bisnis baru. Di perusahaan migas, listrik, mereka menemukan celah baru untuk menghasilkan pendapatan.

“Misalnya, kendaraan listrik butuh baterai. Jadi Energi baru menciptakan bisnis baru,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Arifin Rudiyanto, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), mengatakan transisi energi sangat mendesak. Energi adalah sektor yang berkontribusi emisi karbon, untuk itu pemerintah fokus menurunkan emisi energi.

“Langkah pertama mengembangkan energi rendah karbon. Kami inginkan plastik potensi pembangunan bisa direalisasi dan emisi karbon bisa diperkecil,” katanya. (asn)

Berita Terkait

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć
Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:26 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:00 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Minggu, 27 September 2026 - 16:34 WIB

SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć

Senin, 14 September 2026 - 09:15 WIB

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN

Berita Terbaru