Pastor AS Klaim Virus Corona Azab Tuhan untuk Bersihkan Planet

- Pewarta

Senin, 3 Februari 2020 - 01:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Vero Beach – Seorang pastor evangelis Amerika Serikat (AS) mengklaim bahwa virus Corona jenis baru, 2019-nCoV, yang sudah membunuh 170 orang di China dan menyebar di berbagai negara merupakan azab Tuhan. Menurutnya, “malaikat maut” sudah dikirim untuk membersihkan planet Bumi dari para pendosa.

Pastor bernama Rick Wiles ini mengatakan kepada pemirsa di acara web TruNews, di mana ia memperingatkan bisa penyakit itu menjadi “pandemi global” yang bisa membunuh ratusan juta orang.

Dia kemudian menyampaikan sugesti bahwa virus itu dimulai di China karena “pemerintah Komunis yang tidak ber-Tuhan menganiaya orang-orang Kristen dan melakukan aborsi paksa.” Dia juga mengatakan “malaikat maut” akan mengawasi Amerika Serikat.

“Tuhan akan membersihkan banyak dosa dari planet ini,” kata Wiles kepada pemirsanya, hari Senin.

“Lihatlah Amerika Serikat, lihatlah pemberontakan rohani di negara ini, kebencian terhadap Tuhan, kebencian terhadap Alkitab, kebencian akan kebenaran,” kata dia, seperti dikutip New York Post Kamis (30/1/2020).

“Ada orang-orang yang keji dan menjijikkan di negara ini sekarang, melampaui anak-anak kecil, menyesatkan mereka. Lihatlah pemerkosaan, dan amoralitas seksual, dan kekotoran di televisi dan film kita,” ujarnya.

“Teman-teman, ‘malaikat maut’ mungkin bergerak sekarang di planet ini. Inilah saatnya untuk menjadi benar dengan Tuhan,” katanya.

Wiles mengatakan dia melakukan karantina sendiri, setelah pergi dari rumah ke Gereja Flowing Streams-nya di Florida. Dia memiliki sugesti bahwa pemerintah akhirnya dapat “membakar” seluruh kota untuk mengakhiri “wabah”.

“Anda akan terkejut dengan apa yang akan dilakukan pemerintah untuk bertahan hidup,” ujarnya.

Jumlah kasus virus Corona baru di China telah mencapai 5.974, melonjak dari angka sebelumnya, 5.327. Selain itu, penyakit ini telah menewaskan lebih dari 170 orang di negara Tirai Bambu. (rep)

Berita Terkait

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk
Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?
Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS
Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing
Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Di Hadapan Pimpinan Negara G20, Presiden Prabowo Subianto Kembali Suarakan Perdamaian Palestina
Jelang Pemungutan Suara, Capres Donald Trump Gugat CBS dan Ajukan Keluhan ke Washington Post

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk

Jumat, 13 Juni 2025 - 14:37 WIB

Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?

Selasa, 10 Juni 2025 - 14:22 WIB

Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS

Sabtu, 8 Februari 2025 - 13:58 WIB

Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing

Selasa, 24 Desember 2024 - 13:55 WIB

Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB