MEMAHAMI GERAKAN POLITIK NASIONALIS ALA PRABOWO

- Pewarta

Sabtu, 27 Juli 2019 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KETOKOHAN Prabowo Subianto sebagai sosok nasionalis di era saat ini begitu lekat. Memiliki latar belakang militer dan peran sentralnya terhadap berbagai dinamika politik kebangsaan adalah dua dari sekian hal yang menasbihkan hal tersebut.

Menarik membaca nasionalisme seorang Prabowo Subianto. Ia merupakan figur dengan kapasitas tokoh nasional yang memiliki kompleksitas.

“Berbicara soal perjuangan dan pengabdian terhadap bangsa dan negara tidak ada ruang untuk perasaan pribadi” — Sekilas kalimat tersebut begitu sederhana. Akan tetapi, tidak banyak yang mampu ikhlas dan tulus merealisasikan hal tersebut. Termasuk pun sejumlah tokoh nasionalis hari ini.

Ketulusan seorang Prabowo yang tidak pernah memiliki ruang dihatinya untuk dendam kepada siapa pun yang sudah berseberangan dengan dirinya. Kemampuan lain, Prabowo juga dikenal sangat piawai mengorbit kader pemimpin muda dari bawah hingga bersinar.

Sosok Prabowo begitu bersinar hingga tidak jarang dirinya kerap diterpa berbagai isu miring. Mulai dari tuduhan soal gerakan radikalis hingga fitnah gerakan massa untuk menjatuhkan tahta Presiden Joko Widodo dan berbagai isu lainnya. Seiring waktu berjalan kesemuanya tersebut gugur dan tidak pernah terbukti.

Ketua Umum Partai Gerindra ini juga dikenal sebagai salah satu patron yang gencar menyuarakan pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan. Hal tersebut, menjadi perhatian khusus sejumlah akademisi termasuk Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Faisal Santiago, Eks Rektor Universitas Padjajaran, Prof. Dr. Yuyun Wirasasmita, dan sejumlah akademisi lainnya.

Teranyar komunikasi politik yang dibangun Prabowo pasca Pilpres 2019 kian sentral dan susah ditebak. Bagi penulis, figur Prabowo selalu punya ke-khasan yang menjadi pembeda dengan tokoh politik pada umumnya.

Kedepan, Prabowo akan tetap memainkan perannya sebagai salah satu tokoh sentral. Ia sosok yang selalu mengupayakan tenun kebangsaan demi keutuhan bangsa dan negara.

Satu hal yang begitu lekat, Ia tidak pernah khianat terhadap komitmennya. Juga tidak mudah didikte untuk menjadi alat kepentingan golongan yang berseberangan dengan kepentingan bangsa. Prabowo tetaplah jadi mutiara yang selalu berkilau!

[Oleh: Asran Siara. Penulis adalah Sekjen Literatur Institut]

Berita Terkait

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:55 WIB

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Berita Terbaru

Li Zijun (right), a scholar of the Chinese Theatre Literature Society, displays a photo of his grandfather, Li Hongchun, portraying the legendary Chinese figure Guan Gong during the International Youth Dialogue on Loyalty and Honor Without Borders in Yuncheng, Shanxi province, on Wednesday. [Photo by Zhu Xingxin/China Daily]

Pers Rilis

Semangat Guan Gong Satukan Generasi Muda di Berbagai Negara

Kamis, 15 Okt 2026 - 03:04 WIB