Megawati Usulkan Musyawarah Mufakat Jalan Perdamaian Korsel-Korut

- Pewarta

Jumat, 30 Agustus 2019 - 01:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mengusulkan agar penerapan nilai luhur Pancasila melalui musyawarah mufakatnya sebaiknya menjadi jalan perdamaian yang lebih baik bagi Korea Selatan dan Korea Utara (Korsel-Korut).

“Dalam forum ini pun saya menawarkan kembali metode demokrasi yang ada di dalam Pancasila, yaitu musyawarah dan mufakat,” kata Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan pidatonya di DMZ International Forum on the Peace Economy di Seoul, Korea Selatan, Kamis (29/8/2019), seperti dikutip melalui siaran pers PDI Perjuangan.

Di Forum Internasional DMZ untuk Ekonomi Damai tersebut, Megawati menjadi salah satu pembicara utama. Menurut Megawati, dirinya berharap setelah perdamaian di Semenanjung Korea tercapai, maka dapat segera tercapai pula kesepakatan baru, yang diikuti langkah-langkah konkret kerja sama antara kedua negara.

“Musyawarah mufakat adalah suatu metode komunikasi politik yang membuka ruang dialog terbuka tanpa mendominasi terhadap pihak lain. Tema-tema yang telah disepakati, lalu dibicarakan tidak dengan paradigma mayoritas dan minoritas,” katanya.

Di hadapan ratusan peserta, Megawati menjelaskan, musyawarah mufakat adalah prinsip demokrasi yang terkandung dalam Pancasila, yakni ideologi bangsa dan dasar negara Indonesia.

Dalam Pancasila, kata dia, terkandung lima prinsip dasar yang menjadi penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu; Ketuhanan Yang Maha Esa, nasionalisme, internasionalisme, demokrasi, dan keadilan sosial.

Menurut Megawati, metode demokrasi yang ada di dalam Pancasila adalah musyawarah dan mufakat, yakni dialog terbuka tanpa mendominasi. “Metode itu mendorong pencapaian kesepakatan, yang di dalamnya terdapat keputusan politik yakni afirmasi negara kepada rakyat. Kesepakatan itu bukan suatu hal yang mudah untuk dijalankan, tetapi bukan berarti tidak mungkin lakukan,” ujar Megawati.

Sementara itu, Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak Yeon, dalam pernyataannya melalui rekaman video menyatakan topik pembahasan di DMZ adalah hal menarik, karena Korut dan Korsel sudah mengalami konflik selama lebih dari 70 tahun.

“Akhir-akhir ini ada perubahan ke arah lebih baik, meskipun belum sempurna mulai mengarah ke perdamaian,” kata Lee Nak Yeon.

Menurut dia, perubahan ke arah lebih baik terlihat pada Zona Demiliterisasi Korea (Korean Demilitarized Zone/DMZ) yang merupakan wilayah terdepan dari konflik kedua negara. “Wilayah itu perlahan sudah menuju zona damai. Berbagai langkah terus dilakukan,” katanya. (riz)

Berita Terkait

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk
Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?
Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS
Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing
Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Di Hadapan Pimpinan Negara G20, Presiden Prabowo Subianto Kembali Suarakan Perdamaian Palestina
Jelang Pemungutan Suara, Capres Donald Trump Gugat CBS dan Ajukan Keluhan ke Washington Post

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk

Jumat, 13 Juni 2025 - 14:37 WIB

Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?

Selasa, 10 Juni 2025 - 14:22 WIB

Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS

Sabtu, 8 Februari 2025 - 13:58 WIB

Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing

Selasa, 24 Desember 2024 - 13:55 WIB

Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB