Mahfud MD Belum Evakuasi WNI di China : Negara Lain Juga Belum

- Pewarta

Rabu, 29 Januari 2020 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku belum memikirkan untuk mengevakuasi 243 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di daerah karantina Hubei, China akibat virus corona.

Mahfud mengatakan, lagipula di sisi lain belum ada negara lain yang melakukan langkah serupa kepada warga negaranya.

“Belum, belum dipikirkan, karena belum ada negara lain pun yang evakuasi,” kata Mahfud di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020).

Mahfud bahkan menyebut Jepang, sebagai salah satu negara yang sebelumnya mengatakan bakal mengevakuasi, namun belum juga dilaksanakan. Mahfud juga menyebut belum ada tindakan-tindakan darurat yang perlu dilakukan dalam menghadapi virus corona yang kini diduga telah memakan korban jiwa lebih dari 100 orang tersebut.

“Karena ndak ada indikasi darurat itu sekarang. Itu ada tahapnya, tahap satu dua tiga, ini kita mulai di satu dulu antisipasi, menghalau apa sambil menyiapkan rumah sakit tertentu, memeriksa orang datang,” kata Mahfud.

Dia juga meminta seluruh masyarakat bersikap tenang dalam menghadapi virus corona. Apalagi, kata dia, di Indonesia hingga saat ini dipastikan belum ada satupun yang positif terjangkit wabah tersebut.

“Semua yang berita-berita tidak, tidak benar bahwa itu corona, tidak benar bahwa orang harus diperiksa karena demam dan macam-macam, tapi belum ada indikasi corona, jadi untuk Indonesia secara wilayah aman,” kata dia.

Unesa Berharap Negoisasi

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Nurhasan mengatakan pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di China tengah berupaya melakukan negoisasi pemulangan mahasiswa dari Wuhan.

“Kami (Unesa) dan KBRI sudah rapat terbatas untuk menyiapkan membuat formula yang baik (untuk) pemulangan,” katanya di Surabaya, Selasa (28/1/2020).

Nurhasan mengatakan saat ini negoisasi pemulangan tersebut masih dalam bahasan formulasi secara teknis. Hal itu bertujuan untuk menghindari terjadinya penularan justru saat proses pemulangan.

“Jangan sampai proses pemulangan justru berdampak mereka tertular. Karena penularan virus corona masih dalam kajian,” kata dia.

Sayangnya, kata Nurhasan, proses negoisasi pemulangan ini masih terganjal kebijakan Pemerintahan China yang belum memberikan izin bagi para mahasiswa untuk keluar Kota Wuhan. Hal itu juga menyusul adanya perintah isolasi, serta ditutupnya akses keluar masuk Kota yang disebut menjadi sumber utama penyebaran virus corona.

Nurhasan mengaku pihaknya telah mentransfer sejumlah uang untuk mendukung kebutuhan para mahasiswanya yang tengah tertahan di sana. Ia menyebut dengan uang tersebut mahasiswa bisa membeli bahan makanan yang bergizi, meski dengan harga yang melambung tinggi. Ia berpesan agar mahasiswa menghindari makanan-makanan instan.

“Mereka masih masak, beli bahan makanan sendiri seperti sayur dan kacang-kacangan. Harganya naik empat kali lipat, yang sebelumnya Rp20 ribu sekarang Rp80 ribu,” katanya. (rep)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk
Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?
Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Rabu, 13 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk

Jumat, 13 Juni 2025 - 14:37 WIB

Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?

Selasa, 10 Juni 2025 - 14:22 WIB

Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB