Sebagaimana diketahui, Indonesia memiliki 128 cekungan sediman migas, 68 diantaranya belum dieksplorasi dan sebagian besar berada di wilayah Indonesia Timur.
Sebelumnya, dalam Rapat Kerja antara Pemerintah dengan Komisi VII DPR RI, Selasa, 8 Juni 2020, Menteri ESDM RI Arifin Tasrif menyampaikan asumsi makro RAPBN 2011 terkait sektor ESDM.
Yaitu sebagai berikut, ICP 75-90 US$ per barel, Lifting minyak bumi 960-975 MBOPD, volume BBM Bersubsidi 36.27-42.56 juta kilo liter.
Kemudian volume LPG Bersubsidi (setara Kerosene) 3.522 Ribu ton, subsidi BBN (rata-rata diatas MOPS) 2.000-2.500 rupiah per liter dan subsidi listrik 36.44-50.81 trilun rupiah.
Terkait dengan lifting minyak bumi, pemerintah memperkirakan produksi minyak bumi dengan melihat berbagai faktor.
Antara lain laju penurunan produksi alamiah, kemampuan produksi lapangan eksisting dan potensi produksi dari pengembangan atau optimalisasi lapangan serta potensi produksi dari lapangan-lapangan baru.
Selain itu, upaya peningkatan produksi minyak bumi juga dilakukan dengan pengembangan atau optimalisasi lapangan yang diharapkan dapat menekan laju penurunan produksi alamiah dari 12% menjadi 3%, lanjut Menteri.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





