KRI Lada Kejar Kapal Nelayan yang Dibajak

- Pewarta

Senin, 19 Agustus 2019 - 06:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Ambon – Kepala Polres Kepulauan Aru AKBP Adolf Bormasa menyatakan telah berkoordinasi dengan TNI AL terkait dugaan pembajakan atau perampokan terhadap kapal nelayan di perairan Dobo dan saat ini KRI Lada sedang mengejar kapal nelayan yang dibajak itu.

“Informasi pembajakan KM Mina Sejati ini kami terima pada Sabtu (17/8/2019) kemarin setelah selesai upacara penurunan bendera merah putih,” kata Bormasa yang dihubungi dari Ambon, Minggu (18/8/2019).

Menurut dia, secara kebetulan di Kepulauan Aru ada KRI Lada yang sandar di sana pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI dan ketua panitianya komandan Pangkalan TNI AL Dobo. “Jadi setelah upacara penurunan bendera baru sekitar pukul 17:30 WIT kita menerima informasi tersebut lalu rekan-rekan dari TNI AL dalam hal ini komandan KRI Lada punya peta dan bisa mengetahui posisi kapal yang dibajak,” katanya.

Setelah ditelusuri, ternyata posisi KM Mina Sejati sudah mendekat ke arah perairan Tual.

“Informasinya memang ada tiga ABK yang merampok kapal tetapi belum bisa dipastikan kebenarannya, sebab kita harus ketemukan dahulu kapalnya karena sudah dikoodinasikan bila ditemukan akan diserahkan ke polres terdekat, apakah di Maluku Tenggara ataukah di Polres Kepulauan Aru, nanti akan dicek secara detail,” tegasnya.

Dari sembilan penumpang yang melompat ke laut saat terjadi insiden terjadi, tujuh orang ditemukan selamat oleh kapal nelayan yang berada di sekitar tempat kejadian.

Namun posisi mereka berada di wilayah Aru Selatan yang jaraknya dari Dobo ke sana membutuhkan waktu sampai tiga hari pelayaran sehingga Polres Kepulauan Aru belum bisa mengumpulkan bahan keterangan dan data dari para korban selamat.

“Yang jelas petugas penyidik dari Satreskrim Polres Kepulauan Aru sudah siap bila kapal sudah ditemukan dan seandainya diarahkan ke Dobo untuk diproses hukum, akan dijelaskan baik kronologis maupun berapa orang yang akan ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Sebelumnya Kepala Kantor Badan SAR Nasional Ambon Muslimin mengaku telah menerima laporan aksi pembajakan atau perampokan terhadap KM Mina Sejati di perairan laut Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, namun sejauh ini terdapat 18 orang penumpang yang belum diketahui nasibnya.

“Informasi yang kami terima dari Kantor Koordinator Pos SAR Tual bahwa KM Mina Sejati yang dinakhodai Ko Awi diduga dibajak oleh tiga orang anak buah kapalnya sendiri,” kata Muslimin.

Pembajakan ini terjadi sekitar pukul 16:00 WIT Sabtu (17/8/2019).

Dalam kapal tersebut terdapat 30 orang penumpang namun saat terjadi insiden pembajakan, sembilan orang menceburkan diri ke laut namun dua orang ditemukan telah meninggal dunia. (dnl)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB