Korban Meninggal Akibat Virus Corona di China Melonjak, Jadi 425 Orang

- Pewarta

Selasa, 4 Februari 2020 - 01:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Kasus kematian akibat wabah virus corona di China semakin bertambah. Tercatat, hingga Selasa (4/2/2020) pagi, jumlah kasus kematian di China melonjak menjadi 425 orang. Ditambah dengan satu orang di Filipina meninggal, sehingga total menjadi 426 kasus kematian.

Diberitakan Straits Times, otoritas Provinsi Hubei yang beribukota Wuhan –titik awal penyebaran epidemi virus corona melaporkan 64 kasus kematian baru dalam sehari.

Dalam laporan hariannya, warga yang terjangkit virus corona di Provinsi Hubei bertambah menjadi 2.345 kasus baru. Untuk di Provinsi Hubei, total angka kematian menjadi 414 orang, dan 13.522 orang terjangkit. Sementara untuk seluruh wilayah China, tercatat sudah lebih dari 20.400 kasus.

Dengan melonjaknya jumlah pasien yang terjangkit corona, pemerintah kota Wuhan dan beberapa kota lainnya di China masih memberlakukan isolasi bagi warganya. Termasuk membatasi perjalanan mereka keluar dari kotanya.

Sementara itu, China telah setuju untuk mengizinkan pakar-pakar kesehatan Amerika Serikat masuk ke negara mereka. Persetujuan ini merupakan bagian dari upaya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membantu memerangi virus corona yang menyebar begitu cepat di China.

“China telah menerima tawaran Amerika Serikat untuk menerima sekelompok ahli dalam misi WHO ke China, untuk mempelajari lebih lanjut tentang memerangi virus (corona),” ujar juru bicara Gedung Pytih, Judd Deere.

WHO telah menetapkan darurat global penyebaran virus corona pekan lalu, setelah kasus ini menyebar ke 23 negara dan wilayah lainnya di China.

Seorang warga China penderita virus corona dilaporkan meninggal dunia di Filipina pada Minggu (2/2/2020) lalu. Pria asal Wuhan berusia 44 tahun itu menjadikan kasus kematian pertama yang terjadi di luar China akibat virus corona. (kmp)

Berita Terkait

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk
Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?
Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS
Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing
Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Di Hadapan Pimpinan Negara G20, Presiden Prabowo Subianto Kembali Suarakan Perdamaian Palestina
Jelang Pemungutan Suara, Capres Donald Trump Gugat CBS dan Ajukan Keluhan ke Washington Post

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk

Jumat, 13 Juni 2025 - 14:37 WIB

Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?

Selasa, 10 Juni 2025 - 14:22 WIB

Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS

Sabtu, 8 Februari 2025 - 13:58 WIB

Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing

Selasa, 24 Desember 2024 - 13:55 WIB

Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB