Kemenkeu Sebut Hasil Penerbitan SBN Capai Rp38,3 Triliun

- Pewarta

Jumat, 6 September 2019 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman menyebutkan bahwa hasil dari penerbitan tujuh Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang dilakukan hingga Agustus mencapai Rp38,3 triliun atau 36 persen dari target yang ditentukan oleh pemerintah yaitu Rp60 triliun sampai Rp80 triliun pada akhir 2019.

“Kita masih berjalan sesuai rencana, targetnya Rp60 triliun sampai Rp80 triliun,” katanya saat ditemui di Jakarta, Kamis.

Ia menuturkan pihaknya tetap optimistis akan mencapai target hingga akhir tahun dengan menjadikan instrumen Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang akan diterbitkan pada Oktober mendatang sebagai acuan karena menurutnya ORI yang bersifat dapat diperdagangkan ini menjadi daya tarik tersendiri. Terbukti dengan penjualan seri ORI015 pada 2018 yang mencapai Rp23 triliun.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa penerbitan SBN ritel merupakan program lanjutan dari pemerintah untuk pembiayaan APBN sekaligus bertujuan agar basis investor dalam negeri bisa meningkat dan memberikan alternatif produk investasi bagi masyarakat.

“Ini merupakan kelanjutan dari program pemerintah untuk pembiayaan APBN tapi kita juga punya tujuan lain yaitu pendalaman pasar keuangan untuk memperluas basis investor domestik kita terutama investor ritel,” katanya.

Luky menjelaskan pada 2019 pemerintah berencana meluncurkan 10 kali SBN ritel seperti ORI016 pada Oktober, ST006 pada November, dan termasuk SBR008 yang baru ditawarkan pada Kamis (5/9) dengan target indikatif Rp2 triliun.

Ia memperkirakan pada 2020 pemerintah juga akan kembali menawarkan SBN ritel kepada masyarakat yang tingkat intensitasnya hampir sama dengan tahun ini yaitu sekitar 10 kali. Namun, Luky masih belum bisa menyebutkan target nominal untuk penjualan SBN ritel pada tahun tersebut.

“Kan rancangan APBN 2020 yang jadi landasan untuk penawaran SBN ritel masih dalam pembahasan sama DPR,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah secara resmi menawarkan instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel yaitu obligasi tabungan ritel (Savings Bond Ritel/SBR) seri SBR008 yang ditujukan khusus kepada investor ritel domestik melalui online atau e-SBN sebagai upaya memperluas basis investor dalam negeri.

Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting mengatakan bahwa tingkat kupon SBR008 sebesar 7,2 persen dan bersifat mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) sehingga akan bergantung pada suku bunga acuan Bank Indonesia.

SBR008 memiliki tenor dua tahun dan bisa dibeli dengan minimum pemesanan sebesar Rp1 juta hingga maksimal Rp3 miliar mulai Kamis (5/9) pukul 09.00 WIB sampai 19 September 2019 pukul 10.00 WIB.

Proses pembelian tersebut dapat dilakukan secara online di aplikasi yang disediakan oleh pemerintah yaitu 22 mitra distribusi yang terdiri dari 13 bank umum, empat perusahaan sekuritas, tiga perusahaan efek khusus berbasis teknologi, dan dua perusahaan fintech peer to peer lending.

“Ada empat tahap ya, registrasi, pemesanan, pembayaran dan konfirmasi,” kata Loto.

Loto menambahkan bahkan ada tambahan sebanyak tiga kanal pembayaran baru yaitu Bukalapak, Tokopedia, dan Finnet sehingga diharapkan masyarakat sudah semakin mudah dalam melakukan pembayaran SBR008.

“Baik itu berupa virtual account (VA) maupun kartu kredit yang difasilitasi ketiganya,” ujarnya. (afh)

Berita Terkait

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć
Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:26 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:00 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Minggu, 27 September 2026 - 16:34 WIB

SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć

Senin, 14 September 2026 - 09:15 WIB

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN

Berita Terbaru