Vaksin tersebut dari Sinovac sebanyak 125 juta dosis, Novavax sebanyak 50 juta dosis, Covax Gavi sebanyak 54 juta dosis, Astrazaneca 50 juta dosis, dan Pfizer 50 juta dosis.
Vaksin di atas, akan diusahakan datang pada setiap bulannya secara bertahap untuk disuntikkan kepada masyarakat dalam negeri.
Rencananya, pada bulan Januari akan didatangkan sebanyak 5,8 juta dosis vaksin, Februari akan datang sekitar 10 juta dosis vaksin, Maret akan datang sebanyak 13,3 juta dosis vaksin, dan April akan datanh sekitar 20 juta dosis vaksin.
Presiden menjamin, vaksin yang disuntikkan pada setiap individu telah lolos dari uji klinis yang dilakukan di negara lain.
Lalu, mendapatkan uji klinis dari lembaga negara yang berkaitan dengan ijin obat yakni Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Lembaga ini yang akan mengeluarkan ijin penggunaan darurat atau Emergency Used of Authorization (EUA). Setelah terbit, maka akan dilakukan vaksinasi COVID-19 secara massal di berbagai wilayah.
“Vaksinasi COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia adalah vaksin yang telah diuji melalui penelitian,” pungkas Presiden. (inf)
Halaman : 1 2





