Indonesia Pasca Jokowi, Prabowo-Sandi Diminta Wujudkan Industri Mobil Nasional yang Tak Abal-abal

- Pewarta

Rabu, 23 Januari 2019 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Pengamat industri nasional, Said Didu, mendorong capres dan cawapres Prabowo-Sandi untuk mewujudkan industri mobil nasional bila mendapatkan mandat dari rakyat pada pilpres 17 April 2019 nanti.

Berkaca pada pengalaman pilpres 2014, Said berpesan agar industri mobil nasional yang dibangun Prabowo-Sandi tidak abal-abal dan bukan demi kepentingan pencitraan semata.

BACA JUGA : BPN : Tarik Ulur Pembebasan Ba’asyir Tunjukkan Kepemimpinan Jokowi Lemah

“Bila Prabowo-Sandi menang, mobil nasional perlu difikirkan. Karena permintaan kita besar, pasar kita besar, sumber daya alam, sumber daya manusianya kita ada,” kata Said dalam diskusi Indonesia Pasca Jokowi ‘Mewujudkan Mobil Nasional, Bukan Pencitraan Seperti Esemka’ di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (23/1/2019).

Mantan Sekjen Kementerian BUMN ini menuturkan, ada perbedaan mendasar dalam anatomi bisnis mobil di masa lalu dan masa kini. Di masa lalu, pengembangan mobil nasional terkendala pada penguasaan komponen rancang bangun dari hulu hingga hilir. Kini, anatomi industri mobil sudah mengarah pada industri pesawat terbang di mana seluruh komponennya bisa diproduksi di seluruh dunia.

“Tinggal kebijakannya adalah kita bikin desain sedemikian rupa sehingga bisa produksi di Indonesia. Kriterianya kita memiliki desain, nama merek dan sebagian komponennya diproduksi di Indonesia. Tidak seperti mobil Esemka yang komponennya dari luar semua,” ucap Said.

Dalam kesempatan yang sama, Said bercerita bahwa dirinya pernah diajak seorang kolega untuk mempromosikan mobil Esemka. Kejadian itu terjadi pada medio 2012 lalu. Namun demikian, Said menolak lantaran dirinya mencium aroma tidak sedap dari proyek ambisius mobil Esemka.

“Pada 2012 saya dibujuk beberapa orang untuk mengendorse. Karena yang pencitraan bukan hanya Pak Jokowi, tapi banyak orang. Dan saya katakan itu bohong. Sebagai pengusaha mebel, mungkin saat itu Pak Jokowi beranggapan bahwa membuat mobil sama saja dengan merakit mobil. Saya katakan berbeda,” kata Said.

Sementara itu, pakar otomotif dan praktisi industri mobil Mochtar Niode mengatakan, industri mobil nasional harus diarahkan kepada produksi mobil listrik.

“Kita memiliki seluruh bahan baku untuk produksi mobil listrik. Kita bisa open desain untuk menentukan jenis mobil apa yang cocok untuk Indonesia,” kata Mochtar. (yug)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Cekcok Berujung Maut di Ciputat, Polisi Telisik Motif Suami Bunuh Istri
Kisruh Apartemen Puri Park View: Di Balik Dinding Mewah, Layanan Rusak dan Kepemilikan Tak Jelas
BMC Jadi Media Partner Resmi Muslim LifeFair 2025, Dukung Promosi Industri Halal di Bogor
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Sabtu, 21 Juni 2025 - 16:01 WIB

Cekcok Berujung Maut di Ciputat, Polisi Telisik Motif Suami Bunuh Istri

Kamis, 12 Juni 2025 - 08:17 WIB

Kisruh Apartemen Puri Park View: Di Balik Dinding Mewah, Layanan Rusak dan Kepemilikan Tak Jelas

Senin, 9 Juni 2025 - 14:20 WIB

BMC Jadi Media Partner Resmi Muslim LifeFair 2025, Dukung Promosi Industri Halal di Bogor

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB