Harga Bawang Merah dan Cabai Naik, Pedagang Jelaskan Alasannya

- Pewarta

Selasa, 4 Desember 2018 - 03:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Sintang – Satu di antara pedagang sayur di Pasar Junjung Buih, Mulya Suryani menjelaskan bahwa saat ini bawang merah dan cabai adalah komoditi yang sedang mengalami kenaikan.

Bawang merah semulanya 23 ribu perkilo, kini 28 ribu perkilogramnya. Kemudian cabai rawit yang semulanya 40 ribu perkilo menjadi 45 ribu perkilogramnya.

BACA JUGA : Pasokan Pas-pasan, Harga Cabai Merangkak Naik

Sementara jenis barang lainnya masih normal, seperti bawang putih 22 ribu perkilogram, kentang 20 ribu perkilogram, wortel 35 ribu perkilogram, dan sayur Kol 15 ribu perkilogram.

Baca: Kapolda Rilis Kasus Judi Online dan Togel Beromzet Miliaran Rupiah

“Kalau sampai hari ini, yang paling nampak naiknya itu harga bawang merah dan harga cabai rawit,” ujar Suryani kepada Tribun, Senin (3/12/2018) pagi.

Untuk bawang merah, yang dijualnya saat ini adalah bawang merah dari Malaysia. Sebab bawang merah dari Jawa, secara kualitas ukurannya memang lebih kecil.

“Kalau bawang Malaysia lebih bagus, harganya juga sedikit lebih tinggi. Kalau yang bagus ini memang agak langka, dan harganya juga naik, biasa 23 ribu, sekarang 28 ribu perkilo,” jelasnya.

Sementara untuk cabai, ada beberapa jenis yang biasa dijualnya, yaitu cabai kampung, cabai cakra, cabai dewata, cabai cakra jawa, dan cabai bhaskara.

“Kalau yang saya jual sekarang ini cabai baskara, harganya memang naik. Biasanya 40 perkilo sekarang 45 perkilonya. Tapi cabai ini bagus kualitasnya, tahan 2-3 tidak busuk,” jelasnya.

Terkait kenaikan harga barang yang dijualnya, menurut Mulya para pedagang sepertinya hanya mengikuti harga dari agen. Jika agen naik, maka pedagang juga naik.

“Kalau kita ngambilnya dari agen yang ada di Pasar Masuka, kita kan sudah tangan ketiga. Dari petani ke agen, agen ke pengecer, kemudian pengecer baru ke kita,” pungkasnya. Demikian, seperti dilansir TribunPontianakk.co.id. (tri)

Berita Terkait

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025
Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Operasi Terpadu Kemenhut Bersihkan 360 Hektare Sawit Ilegal TNGL
Gabah Rp6.500 Dan Beras SPHP Jadi Penopang Harga Stabil
Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern

Berita Terkait

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:38 WIB

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:36 WIB

Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025

Sabtu, 20 September 2025 - 08:53 WIB

Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!

Jumat, 12 September 2025 - 15:47 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB