Gubernur : Karhutla Bisa Menjadi Ancaman Serius bagi Daerah

- Pewarta

Selasa, 20 Agustus 2019 - 04:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, kebakaran hutan dan lahan bisa menjadi ancaman serius bagi daerah karena sumber daya manusia akan terkuras.

Jadi selain terorisme kebakaran hutan dan lahan jangan dianggap sepele, kata gubernur di hadapan para Pasis Sesko TNI di Palembang, Senin (19/8/2019).

Hal ini karena akibat kebakaran hutan dan lahan konsentrasi Pemerintah Provinsi cukup terkuras padahal banyak tugas lain yang menanti, seperti upaya percepatan ekonomi dan pembangunan.

Oleh karena itu dia minta kepada para peserta kuliah kerja dalam negeri (KKDN) agar ada analisis apakah ini telah masuk menjadi ancaman khusus. Mengingat kebakaran hutan dan lahan ini terjadi terus dan selalu berulang.

Oleh karena itu ia menegaskan agar bisa diwaspadai dan harus dicegah karena mencegah lebih mudah dan murah dari pada memadamkan.

Melalui pendidikan ini, gubernur berpesan kepada para Pasis dapat mengembangkan kepemimpinan yang efektif yaitu gaya kepemimpinan yang dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi dan kebutuhan bawahan yang dipimpin.

Dengan adanya KKDN ini juga diharapkannya menjadi salah satu wadah terbentuknya Perwira TNI yang handal, profesional dan proporsional sebagaimana Sesko TNI yang bertugas sebagai penyelenggara pendidikan karier tertinggi TNI selain melaksanakan pengkajian dan pengembangan doktrin maupun pendidikan dan latihan TNI.

Sementara Direktur kerja sama Akademik Sekolah dan Staf Komando (Sesko) TNI Marsma TNI Firdaus Syamsudin mengatakan, KKDN ini secara kurikulum sudah berjalan 4 bulan dari 7,5 bulan yang direncanakan.

KKDN ini bukan hanya digelar di Palembang tetapi juga di Jambi, Bangka Belitung dan Riau dengan jumlah peserta sebanyak 152 orang bahkan ada tujuh dari luar negeri diantaranya Filipina, Singapura dan Arab Saudi, ujar dia.

Saat ini jelas dia, ancaman TNI harus dapat diterjemahkan dari berbagai bentuk konflik yang tidak lagi simetris. Beberapa potensi ancaman yang perlu dicermati yakni saat ini di antaranya, terosisme, cyber crime serta kerawanan di kawasan Laut China Selatan.

“Termasuk ancaman Illegal fishing, penyelundupan barang, manusia dan narkoba yang dapat mengancam keutuhan NKRI,” jelasnya.

Melalui pendidikan ini diharapkan para siswa nantinya mampu memetakan ancaman militer dan non militer.

Untuk itu mereka berharap kesediaan gubernur untuk membantu kegiatan siswa dengan memberikan data yang valid dan faktual di Sumsel. (uid)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB