Gawat, WHO Nyatakan Situasi Pandemi Corona Memburuk di Seluruh Dunia

- Pewarta

Selasa, 9 Juni 2020 - 03:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap bahwa situasi pandemi virus Corona semakin memburuk di seluruh dunia. WHO mencatat jumlah tertinggi infeksi virus Corona baru setiap hari, termasuk di Amerika.

Dilansir dari AFP, bahkan ketika aksi protes massal untuk menegakkan keadilan rasial di AS dan sekitarnya, PBB telah mengingatkan untuk tetap melakukan aksi dengan aman.

Virus corona telah menewaskan lebih dari 403.000 orang dari setidaknya tujuh juta yang terinfeksi sejak wabah itu muncul di China Desember lalu. Setelah Asia Timur, Eropa sempat menjadi pusat penyakit. Namun, kini pusat penyebaran virus corona telah berpindah ke Amerika.

“Meskipun situasi di Eropa membaik, secara global keadaannya memburuk,” kata Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers virtual di Jenewa, Selasa (9/6/2020).

Ghebreyesus menambahkan lebih dari 100 ribu kasus baru telah dilaporkan sepanjang sembilan dari 10 hari terakhir.

“Kemarin, lebih dari 136.000 kasus dilaporkan, paling banyak dalam satu hari sejauh ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa hampir 75 persen kasus datang dari 10 negara, kebanyakan di Amerika dan Asia Selatan. Ghebreyesus mengatakan bahwa di negara-negara di mana situasinya membaik, ancaman terbesar adalah rasa puas diri. Pasalnya, kebanyakan orang secara global masih rentan terhadap infeksi.

“Lebih dari enam bulan dalam pandemi ini, sekarang bukan saatnya bagi negara mana pun untuk melepas pijakannya,” katanya.

Beralih ke gelombang protes yang dipicu oleh pembunuhan terhadap George Floyd pada 25 Mei, Ghebreyesus mendorong pengawasan aktif terhadap virus terutama dalam konteks pertemuan massal.

“WHO sepenuhnya mendukung kesetaraan dan gerakan global melawan rasisme. Kami menolak segala bentuk diskriminasi. Kami mendorong semua yang melakukan protes di seluruh dunia untuk melakukannya dengan aman,” paparnya.

WHO terus menerus menekankan pentingnya melacak mereka yang mungkin telah melakukan kontak yang berkelanjutan dan dekat dengan orang yang terinfeksi.

Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan mengatakan seseorang yang telah melakukan protes massal belum tentu memenuhi definisi teknis dari kontak.

“Itu kembali ke analisis kesehatan masyarakat setempat dan manajemen risiko lokal,” katanya.

“Mungkin ada situasi dengan pertemuan massal di mana pejabat kesehatan masyarakat setempat, atas dasar kehati-hatian, bisa menyarankan orang baik untuk karantina atau untuk diuji.”

Sementara itu, Ghebreyesus mengatakan bahwa WHO sejauh ini telah mengirim lebih dari lima juta item alat pelindung diri ke 110 negara.Badan kesehatan global tersebut bertujuan untuk mengirimkan lebih dari 129 juta item APD ke 126 negara. (rad)

Berita Terkait

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk
Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?
Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS
Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing
Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Di Hadapan Pimpinan Negara G20, Presiden Prabowo Subianto Kembali Suarakan Perdamaian Palestina
Jelang Pemungutan Suara, Capres Donald Trump Gugat CBS dan Ajukan Keluhan ke Washington Post

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk

Jumat, 13 Juni 2025 - 14:37 WIB

Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?

Selasa, 10 Juni 2025 - 14:22 WIB

Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS

Sabtu, 8 Februari 2025 - 13:58 WIB

Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing

Selasa, 24 Desember 2024 - 13:55 WIB

Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB