Dinilai Kalah Bersaing, RI Sulit Garap Peluang Dampak Perang Dagang

- Pewarta

Senin, 8 Juli 2019 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal menilai Indonesia akan sulit menggarap peluang dari imbas perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China karena masih kalah bersaing dengan negara-negara tetangga.

Menurut Fithra yang dihubungi di Jakarta, Senin (8/7/2019), produk Indonesia seperti produk pertanian atau makanan dan minuman mungkin bisa masuk ke AS dan menggantikan sejumlah produk China.

“Tetapi pada saat bersamaan, kalau membandingkan secara kompetitif di ASEAN, seperti dengan Vietnam, Thailand, Filipina, dan Malaysia, dengan basis produk yang sama, mereka punya keunggulan komparatif yang lebih tinggi dibanding Indonesia dan mereka mengincar hal yang sama,” kata Fithra.

Dengan kondisi tersebut, peluang Indonesia untuk bisa menggarap peluang imbas perang dagang akan cukup sulit karena terlalu banyak saingan.

Peluang yang minim itu juga disebut Fithra lantaran Indonesia belum memiliki basis produksi yang cukup terbangun. Dibandingkan dengan Filipina saja, Indonesia disebut telah kalah jauh karena barang permesinan mereka telah berhasil masuk ke pasar “Negeri Paman Sam.”

“Maka secara komparatif, kita sudah tertinggal. Bahkan secara konteks global value chain atau jaringan produksi global, kita sudah tertinggal dari negara-negara tersebut,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Fithra menyebut Indonesia masih akan sulit memanfaatkan peluang tersebut dalam jangka pendek. Peluang imbas perang dagang kemungkinan baru bisa diharapkan dalam jangka menengah atau panjang, seiring dengan upaya pemerintah terus fokus membangun industri.

“Apa yang bisa dilakukan di jangka pendek ini adalah melakukan secara konsisten deregulasi dan debirokratisasi. Karena investor kalau mau masuk ya mereka lihat bagaimana regulasi dan birokrasinya berperan. Entah membantu atau menghambat mereka,” kata Fithra. (aij)

Berita Terkait

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025
Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Operasi Terpadu Kemenhut Bersihkan 360 Hektare Sawit Ilegal TNGL
Gabah Rp6.500 Dan Beras SPHP Jadi Penopang Harga Stabil
Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern

Berita Terkait

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:38 WIB

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:36 WIB

Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025

Sabtu, 20 September 2025 - 08:53 WIB

Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!

Jumat, 12 September 2025 - 15:47 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB