Dasco Minta Semua Pihak Intropeksi Terkait Kericuhan di Sultra

- Pewarta

Kamis, 25 Juni 2020 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara terkait kericuhan yang terjadi di Sulawesi Tenggara, Rabu (24/6/2020) dini hari. Kericuhan tersebut terjadi karena masyarakat menolak kedatangan 156 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang merupakan gelombang pertama dari 500 TKA. Untuk itu, Dasco meminta agar semua pihak inrospeksi diri terutama bagi mereka yang berkepentingan terhadap TKA.

“Saya pikir ini isu (bergulir) dari bulan April. Seharusnya semua pihak menahan diri, semua pihak mengintrospeksi diri, terutama bagi yang memasukin tenaga kerja. Kalau sudah terlihat penolakan begitu banyak, seharusnya ya introspeksilah,” ujar Dasco di hadapan para wartawan di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, introspeksi guna menghindari meluasnya kericuhan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya bisa dengan mengurangi jumlah TKA yang akan masuk ke Indonesia, kemudian bisa juga dengan melakukan sosialisasi secara massif. “Kalau sudah ricuh begini kan semua repot,” tegasnya.

Ia menekankan, saat ini menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat jauh lebih penting daripada investasi. “Kita bukan tidak memikirkan investasi. Tapi soal keamanan, soal ketentraman, soal masyarakat banyak, itu juga penting,” tukasnya.

Dasco menuturkan, jika kedatangan 156 TKA asal China tersebut dinilai cacat prosedur, ia meminta agar segera ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang. “Kalau DPRD menemukan itu (cacat prosedur), ya tindak lanjuti dong, kan gampang itu. Kalau benar,” tutupnya.

Diketahui, massa berunjuk rasa yang menolak kedatangan 500 TKA asal China di simpang empat menuju Bandara Haluoleo di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Massa juga melakukan aksi sweeping kepada setiap kendaraan khususnya roda empat yang keluar dari bandara.

Sebelum berhasil didesak mundur oleh aparat kepolisian pada Rabu (24/6/2020) dini hari dengan menggunakan water canon dan tembakan gas air mata, massa melemparkan batu dan kayu ke arah pihak kepolisian. (dpr)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB