Capres Prabowo : Terorisme Dikirim dari Negara Lain

- Pewarta

Jumat, 18 Januari 2019 - 01:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan bahwa terorisme di Indonesia dikirim dari negara lain.

Prabowo menceritakan bahwa dirinya bersama Luhut Binsar Pandjaitan yang saat ini menjabat sebagai Menko Kemaritiman membentuk pasukan antiteror.

BACA JUGA : Gerindra NTT Gelar Nobar Debat Capres di 23 Titik

“Jadi, waktu saya masih muda, saya spesialisasinya di bidang antiteror, saya yang bentuk bersama Luhut Binsar Panjaitan pasukan antiteror yang pertama. Jadi, saya mengerti saya paham masalahnya adalah karena pengalaman saya itu. Saya mengetahui bahwa sering kali terorisme ini dikirim dari negara lain dan sering juga dibuat nyamar,” kata dia saaat debat perdana calon presiden dan wakil presiden di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis malam (17/1/2019).

Ia juga menyatakan tidak setuju jika teroris seolah-olah adalah orang Islam.

“Seolah teroris itu dari orang Islam, padahal itu sebetulnya itu bukan dikendalikan oleh orang yang mungkin juga bukan orang Islam mungkin juga orang asing ataupun bekerja untuk orang asing. Saya mengerti benar-benar, jadi bahwa stigmasisasi bahwa seolah-olah radikal itu selalu dicap kepada orang Islam, saya menolak itu. Saya setuju deradikalisasi,” tuturnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Kamis malam menggelar debat perdana debat calon presiden dan wakil presiden yang berkompetisi dalam pemilihan umum 2019.

Debat diikuti oleh pasangan calon no urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin dan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Debat perdana kali ini mengambil tema hukum, korupsi, hak asasi manusia dan terorisme dengan panelis Guru Besar Hukum UI Hikmahanto Juwana, Mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Ahli Tata Negara Bivitri Susanti dan Ahli Tata Negara Margarito Kamis (17/1/2019). (ben)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB