BPN Prabowo-Sandi Kritisi Defisit Neraca Perdagangan

- Pewarta

Kamis, 20 Desember 2018 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengkritisi neraca perdagangan Indonesia yang kembali mengalami defisit karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca dagang mencapai 2,05 miliar dolar AS.

Direktur Konsolidasi Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fuad Bawazier menilai defisit neraca perdagangan Indonesia itu disebabkan saat ini Indonesia tidak memiliki ekspor andalan.

BACA JUGA : Menuju Tempat Senam, Sandiaga Uno Berlari di Tulungagung

“Pertama, defisit itu karena ekspor kita melemah, kita tidak punya ekspor andalan. Di era orde baru, kita punya komoditas ekspor andalan dan dikawal oleh pemerintah dan itu berhasil seperti playwood dan tekstil jalan,” kata Fuad dalam diskusi bertajuk “Nestapa Ekonomi Indonesia 2018” di Media Center Prabowo-Sandi, di Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Dia menilai kebijakan ekonomi untuk menaikan nilai ekspor serta valuta asing tidak dijalankan dengan baik dan tidak dikawal sehingga defisit nercara perdagangan tidak bisa dihindari.

Menurut dia, kebijakan penerapan B20 atau pencampuran 20 persen minyak sawit ke solar tidak berdampak besar bahkan penyebab terbesar defisit dagang saat ini disumbang oleh sektor migas.

“Untuk mengurangi neraca perdagangan makanya ada B20, itu gak jalan, angka itu tidak pengaruh B20, kalau dikasih B20 rusak mesin kita, itu memang untuk bantu harga sawit yang jatuh,” ujarnya.

Menurut dia, migas yang selalu menjadi penyebab defisit neraca perdagangan dikarenakan pada saat ini masih kurang eksplorasi sehingga pemerintah selalu melakukan impor BBM.

Dia menjelaskan, defisit neraca perdagangan itu berkaitan dengan impor BBM, Indonesia konsumsi sekitar 1,6 juta barel namun produksi kita 750 ribu barel.

Selain itu menurut dia tindakan koruptif dari pejabat negara juga menjadi penyebab defisit neraca perdagangan Indonesia sehingga menghambat kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah.

Mantan Menko Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin) Kwik Kian Gie dalam diskusi tersebut mengatakan hingga saat ini korupsi di lingkungan pemerintah justru semakin marak dan berdampak kepada kebijakan ekonomi.

Menurut dia yang paling parah adalah korupsi tetapi pencegahannya belum terpikirkan sampai sekarang bagaimana mencegahnya sampai tidak terjadi korupsi itu bagaimana.

Kwik mengatakan, harapan baru untuk membenahi ekonomi Indonesia ada di pasangan Capres ddan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiag Uno.

“Jika terpilih nanti, Prabowo-Sandi segera harus melakukan langkah konkret baik jangka pendek maupun jangka panjang terhadap kebijakan ekonomi,” ujarnya. (mam)

Berita Terkait

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025
Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Operasi Terpadu Kemenhut Bersihkan 360 Hektare Sawit Ilegal TNGL
Gabah Rp6.500 Dan Beras SPHP Jadi Penopang Harga Stabil
Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern

Berita Terkait

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:38 WIB

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:36 WIB

Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025

Sabtu, 20 September 2025 - 08:53 WIB

Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!

Jumat, 12 September 2025 - 15:47 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB