Selain ke Cilacap, Dwikorita beserta jajaran juga meninjau BPBD Kebumen dan Wonosobo, untuk mengecek peralatan BMKG yang telah terpasang.
Ia memastikan BMKG akan selalu mendukung BPBD dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi gempabumi – tsunami di setiap daerah serta untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dalam mewujudkan zero victim.
Kepada Sekda Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo terkait alat pemantau gempabumi yang berlokasi di kantor Kecamatan Kretek, Wonosobo, Dwikorita menjelaskan bahwa utamanya untuk memantau gempa megathrust.
Namun karena sistem tersebut merupakan jaringan nasional, maka manfaat sensor yang terpasang di Wonosobo tidak terbatas hanya untuk kabupaten tersebut.
Jaringan tersebut dimaksudkan agar cukup rapat dan representatif sehingga data yang dihasilkan juga akurat.
Sensor di Wonosobo ini juga dapat memonitor patahan-patahan yang diduga masih bergerak aktif, yang ada di Pulau Jawa bagian tengah, sehingga gerakan-gerakan patahan yang sangat lokal dan dangkal di permukaan bisa terdeteksi.
Pada kesempatan itu, Dwikorita mengingatkan agar perlunya pemetaan wilayah dan penataan ruang di daerah yang rawan bencana baik bencana gempabumi ataupun longsor di dataran tinggi tersebut.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya





