Bandara Int. Yogyakarta Tahan Gempa dan Gelombang Tsunami

- Pewarta

Jumat, 28 Agustus 2020 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa bandar udara (bandara) internasional Yogyakarta yang baru didesain memiliki daya tahan terhadap gempa hingga 8,8 skala Richter dan bisa menahan gelombang tsunami hingga ketinggian 12 meter.

“Kepala BMKG menyampaikan kepada saya, Ibu Dwikorita, juga bisa menahan gelombang tsunami hingga ketinggian 12 meter, insyaallah ini sudah dirancang untuk kesana semuanya,” ujar Presiden saat peresmian YIA dan Pengoperasian Menara Airnav Indonesia serta Sistem Peringatan Dini Tsunami, di Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta, Jumat (28/8/2020).

Terkait urusan biaya, Presiden sampaikan YIA untuk pembebasan lahan menghabiskan Rp4,2 triliun, konstruksi baik terminal maupun runway 7,1 triliun yang artinya totalnya 11,3 triliun.

“Dulu saya menyampaikan dengan Pak Gubernur awal-awal, habisnya sekian, oke sekarang kita bagi-bagi Pak Gub. Bapak urusan pembebasan lahan dan nanti pengawasan serta yang paling penting juga masalah arsitek,” imbuh Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga memuji Gubernur DI Yogyakarta yang sangat detail dan mumpuni urusan kearsitekturan dalam desain bandara internasional Yogyakarta.

“Jadi saya juga terima kasih kepada PP dan Angkasa Pura I yang tadi kita lihat secara detail pengerjaannya, juga menurut saya ini terbaik, saat ini di Indonesia, enggak tahu nanti ada bandara baru yang lebih baik lagi,” jelas Presiden.

Lebih lanjut, Presiden memahami bahwa saat ini masih dalam kondisi pandemi jadi belum ramai, tetapi nanti begitu sudah dimulai vaksinasi, bandara YIA diyakini akan menjadi bandara paling ramai.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pagi hari ini saya resmikan bandara Yogyakarta Internasional Airport dan pengoperasian menara airnav serta sistem peringatan dini tsunami,” pungkas Presiden.

Turut hadir dalam agenda kali ini, Menhub Budi Karya Sumadi, Mensesneg Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.  (skb)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:55 WIB

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Berita Terbaru