Ace Hasan Minta BNPB Sediakan Alat Cegah Covid-19 di Pesantren

- Pewarta

Rabu, 24 Juni 2020 - 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ace Hasan Syadzily meminta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk memastikan ketersediaan alat pencegah persebaran virus Covid-19 di lingkungan pesantren. Pasalnya, menurut Ace, pesantren atau sektor pendidikan tidak memiliki akses menyediakan alat-alat pencegahan penyebaran Covid-19.

“Saya berharap Pak Kepala (BNPB) sebagai Kepala Gugus Tugas bisa memastikan ketersediaan PCR, atau apapun lah namanya terutama buat pesantren itu Pak. Karena enggak mungkin kita meminta pesantren untuk menyediakan alat itu. Alatnya aja mereka enggak pernah lihat, bagaimana mau membeli. Kan akses melakukan itu hanya bisa dilakukan oleh Gugus Tugas atau Dinas Kesehatan setempat Pak,” kata Ace saat mengikuti RDP Komisi VIII DPR RI dengan Kepala BNPB di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Selain itu, Ace juga menyinggung rencana revisi Undang-Undang (UU) Penanggulangan Bencana yang salah satu materi pokoknya adalah adanya mandatory spending sebesar 2 persen dari APBN dan APBD untuk penanggulangan bencana. Menurut politisi Partai Golkar itu, adanya mandatory spending sebesar 2 persen dari APBN dan APBD tidak hanya diperuntukan pada aspek penanggulangan, tetapi juga mitigasi bencana.


“Kenapa kami mendorong supaya ada alokasi yang khusus dari APBN untuk penanggulangan bencana, agar kita ini siap menghadapi bencana. Sehingga kalau terjadi bencana non alam seperti sekarang ini tidak perlu melakukan refocusing yang begitu mendasar. Ini kan refocusing kita kena kemana-mana. Kalau misalnya ada anggaran dengan alokasi khusus sesuai dengan APBN maka itu dimungkinkan ada yang namanya dana abadi bencana”, ujar legislator daerah pemilijan (dapil) Jawa Barat II itu.

Untuk diketahui, dalam pembahasan pembicaraan pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2021 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021 di Komisi VIII DPR RI, BNPB mendapat alokasi angggaran sebesar Rp 715.431.113.000. (dpr)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB