Menhub Tinjau YIA dan Stasiun Kedundang Yogyakarta

- Pewarta

Senin, 26 Agustus 2019 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta untuk meninjau proyek Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo dan Stasiun Kedundang pada Minggu (25/8).

“Peninjauan tersebut untuk memastikan pembangunan proyek tersebut berjalan sesuai rencana. Menhub Budi dijadwalkan mendarat di YIA pada pukul 15.00 WIB dan langsung melakukan peninjauan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Selain meninjau Bandara YIA, Menhub Budi melanjutkan kunjungan ke Stasiun Kedundang untuk memastikan rekonstruksi stasiun berjalan dengan baik. Pasalnya Stasiun Kedundang merupakan salah satu stasiun pemberhentian bagi kereta menuju YIA.

Sebagai informasi, Pemerintah terus menyiapkan integrasi antarmoda untuk mempermudah masyarakat menuju YIA. Hingga saat ini pembangunan proyek Kereta Api masih dalam proses, selain menggunakan kereta api masyarakat dapat menggunakan Bus Damri yang akan melayani dari Terminal Giwangan.

Pembangunan konektivitas tersebut untuk pengembangan kawasan mendukung sektor pariwisata di kota aglomerasi Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) dan memajukan perekonomian wilayah sekitar.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, keberadaan Bandara YIA sangat penting sebagai upaya untuk mencapai target
jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Jawa Tengah dan Yogyakarta mencapai dua juta wisatawan pada 2020.

Menpar Arief juga menjelaskan untuk Jawa Tengah dan DIY agar mampu menyumbang dua juta wisman pada 2020 perlu mempercepat pembangunan dari sisi Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas.

Lalu faktor penentu keberhasilan selanjutnya, kata Menpar yaitu akses. Bandara Adisutjipto Yogyakarta sudah melebijhi kapasitas. Kapasitas hanya 1,5 juta sedangkan jumlah kunjungan enam juta atau empat kali lipat sehingga ini menjadi masalah.

“Wisatawan mancangera paling banyak mengunakan transportasi udara. Untuk itu keberadaan Yogyakarta Internasional Airport sangat penting agar target dua juta wisman bisa terealisasi. Sehingga bisa mendatangkan devisa sekitar dua miliar dolar AS beredar di Yogyakarta dan Jawa Tengah atau sekitar Rp30 triliun,” kata Menpar. (ahw)

Berita Terkait

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025
Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Operasi Terpadu Kemenhut Bersihkan 360 Hektare Sawit Ilegal TNGL
Gabah Rp6.500 Dan Beras SPHP Jadi Penopang Harga Stabil
Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern

Berita Terkait

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:38 WIB

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:36 WIB

Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025

Sabtu, 20 September 2025 - 08:53 WIB

Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!

Jumat, 12 September 2025 - 15:47 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB