Wapres Sebut “Unicorn” di Indonesia Sama Saja Seperti Koperasi

- Pewarta

Senin, 19 Agustus 2019 - 03:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut perusahaan rintisan atau start up business dengan nilai kapitalisasi besar di Indonesia memiliki konsep sama dengan koperasi, yakni hanya mengumpulkan modal tanpa meningkatkan produk komoditas dalam negeri.

“Contohnya Gojek, Bukalapak atau Tokopedia; anda kan tidak punya toko beneran, tapi suruh orang jualan. Jadi hanya mengumpulkan orang jualan, anda sudah bikin koperasi hebat,” kata Wapres saat menghadiri Gerakan Nasional 1.000 Start-Up Digital di Istora Senayan Jakarta, Minggu (18/8/2019).

Dengan banyaknya generasi muda yang terjun ke dunia usaha rintisan tersebut, lanjut Wapres, artinya cita-cita Mohammad Hatta sebagai Bapak Koperasi dapat terwujud.

“Sebenarnya anda mestinya dapat (penghargaan) bintang koperasi, karena anda membentuk koperasi besar di Indonesia ini. Anda sudah menjalankan juga pasal 33 UUD 1945. Wah, itu anda dapat berkah karena andalah yang membikin ekonomi untuk kebersamaan,” kata Wapres.

Transformasi ekonomi menjadi usaha rintisan, lanjut JK, lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan menjalankan wirausaha di zaman dulu, yang memerlukan penguasaan teori ekonomi. Menurut Wapres, di bisnis start up ini para pelakunya tidak perlu melahap buku-buku teori ekonomi karena yang diperlukan hanyalah semangat untuk menjalankan bisnis tersebut.

“Menjadi start up itu sama dengan belajar berenang. Kalau baca semua buku tentang berenang lalu turun ke sungai, itu tenggelam. Tapi kalau turun pelan-pelan, belajar dari pinggir, maka tiga atau empat hari sudah bisa berenang,” katanya.

Namun demikian, JK mengingatkan bahwa selain semangat untuk memulai usaha rintisan, diperlukan juga upaya peningkatan produk dalam negeri guna memberi nilai tambah dalam perekonomian.

“Tetap saja intinya ialah nilai tambah, industri, perkebunan; sesuatu yang bisa dijual. Jadi harus ada yang berproduksi, ada yang jadi pedagang, nelayan, ada yang jadi ahli, jadi industriawan,” ujarnya. (fra)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB