Prabowo Menyampaikan Pokok-Pokok Pikirannya di Forum The Economist, Singapura

- Pewarta

Rabu, 28 November 2018 - 03:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Singapura – Calon kuat Presiden RI 2019 Prabowo Subianto di Singapura selama 2 hari. Setelah bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Prabowo akan menjadi pembicara utama sebuah acara di Singapura, pada Selasa (27/11/2018).

“Agenda pertemuan dengan PM Loong ini juga belum lama dibuat. Sebagai salah satu sahabat Prabowo, tentunya PM Loong menyambut langsung saat Prabowo ke Singapura,” kata Direktur Hubungan Internasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Irawan Ronodipuro.

Di acara The World in 2019 Gala Dinner yang digelar oleh The Economist, majalah ekonomi yang berpusat di London, Inggris, tersebut Prabowo akan memaparkan pandangannya soal upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Keluhan Sumiati : Pak Sandi, Sembako Mahal Pak

Berikut adalah poin-point kutipan pernyataan-pernyataan Prabowo Subianto dalam bahasa Inggris di acara The Economist beberapa waktu lalu yang sudah dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia, sebagai berikut :

1. Tentang demokrasi

Tanggung jawab saya sebagai salah satu pemimpin Indonesia… saya berkomitmen untuk demokrasi… apabila Indonesia tidak menganut demokrasi, maka sekarang saya tidak bisa menjadi pemimpin partai ketiga terbesar di Indonesia

Ada elemen yang saya pikir ingin kembali ke zaman dulu, mereka pikir mereka bisa mengatur hasil pemilu… saya dulu jenderal dan di dalam rezim itu saya selalu mengajukan untuk militer tidak ikut campur dalam politik, namun sekarang kita melihat bahwa beberapa institusi pemerintah justru ikut campur dalam politik.

2. Tentang perubahan yang akan dibawa Prabowo-Sandi

Yang menurut saya paling mendesak, yang dibutuhkan saat ini adalah untuk membentuk sebuah tim anak bangsa yang terbaik dan paling cerdas dengan integritas tinggi untuk melakukan reformasi dan membentuk pemerintahan yang bersih dan anti korupsi. Isu utama di Indonesia sekarang adalah maraknya korupsi yang menurut saya sudah seperti kanker stadium empat.

3. Tentang maraknya korupsi dan harapan untuk keadilan

Dan semua orang selalu meremehkan rakyat Indonesia… Para elit mereka berfikir… mereka bisa membeli semua nya. ‘Rakyat Indonesia miskin maka kita berikan saja beberapa karung nasi dan mereka akan memilih saya, saya akan membeli /menyuap semua orang… saya akan membeli/menyuap ketua umum partai politik, saya akan membeli/menyuap para gubernur… berikan saja mereka uang… saya akan membeli/menyuap komisi pemilihan umum untuk merubah hasil nya’…

Ini adalah budayanya di Indonesia, tetapi sekarang, saya pikir apa yang terjadi di Malaysia menginspirasi kita, maka sekarang saya mendapat banyak dukungan dari emak-emak, dari rakyat, mereka mengirimkan saya uang, Rp 20.000, Rp 100.000… Rp 20.000 itu berkisar SG$ 2… saya baru ditransfer SG$ 2 dari Iqbal Fauziah. Ia berkata, ‘Saya hanya bisa transfer SG$ 2 tetapi hanya ini yang saya punya dan saya akan mendukung bapak.

4. Tentang kepastian hukum di Singapura dan kegagalan elit di Indonesia

Yang kita ingin adalah stabilitas… yang kedua adalah kita ingin kepastian hukum, kepastian keadilan… kita tidak ingin diperlakukan secara tidak adil… apabila saya terpilih menjadi presiden, kekhawatiran yang mendorong saya, dan motivasi terbesar saya adalah untuk menciptakan birokrasi rasional, modern, berdemokrasi yang bersih… pemerintahan yang bersih dan saya pikir ini adalah kondisi terbaik untuk usaha….

Saya sangat terbuka. Dulu saya sempat tinggal di Singapura, sempat juga di Malaysia… adanya kepastian hukum maka banyak orang merasa nyaman tinggal di Singapura maka saya pikir ini adalah apa yang dibutuhkan Indonesia. Kita hanya putih menyelaraskan/menyatukan tujuan.

Ini adalah tantangan kita, tantangan bagi para elit di Indonesia… saya pikir ini adalah bentuk kegagalan elit di Indonesia bahwa kita belum bisa mencapai kehidupan bermasyarakat yang bersih yang berdasarkan merit yang menjadi hal utama untuk perkembangan ekonomi.”

5. Tentang radikalisme dan Islam moderat

Saya yakin bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia adalah moderat dan mereka lelah sekali dikategorikan dalam politik yang radikal, tapi sekali lagi, merupakan tanggung jawab seorang pemimpin untuk memimpin, pemimpin harus mengajar, dan saya sangat optimis karena saya melihat banyak pemuka agama di Indonesia yang mengecam radikalisme dalam bentuk apapun, dan ajaran Islam menekankan ini…

Maka saya yakin bahwa pemimpin yang baik akan bisa meredakan segala bentuk radikalisme… namun sekali lagi, apabila ada rasa kehilangan harapan, frustasi, pesimisme, jika tidak ada masa depan bagi anak muda, maka para demagog agama akan mempengaruhi mereka.”

6. Tentang kekhawatiran Prabowo dan perlombaan dengan waktu

Menurut saya bukan meningkatnya radikalisme, tapi saya pikir ada rasa frustasi di kalangan masyarakat, perasaan bahwa hidup kita tertinggal, dan banyak orang asing dan kita melihat pertumbuhan ekonomi 5%… tapi hasil pertumbuhan itu tidak dirasakan mayoritas rakyat.

Jadi mereka melihat banyak mobil mahal lewat, mereka merasa iri dengki, dan mereka tonton sinetron di TV tentang orang Indonesia kaya yang tinggal di rumah mewah, sedangkan mereka tinggal di gubuk.

Di Jakarta, hanya satu jam dari Istana Presiden, di Jakarta Utara… kita tidak ada air bersih. Menurut saya ini sangat mengkhawatirkan. Maka saya menganggap kita sedang berlomba, berlomba dengan waktu, bagaimana kita bisa menyediakan pelayanan mendasar kepada jumlah terbanyak rakyat Indonesia.

Tentang harapan Prabowo untuk demokrasi Indonesia

Saya ingin sangat terbuka. Saya tidak terlalu suka memprediksi, tetapi saya ingin menyampaikan harapan saya untuk Indonesia.

Saya harap kita bisa mencontoh apa yang terjadi di Malaysia dan Afrika Selatan, karena dalam pergantian kekuasaan yang damai, maka kehendak rakyat Indonesia akan didengarkan, dan demokrasi akan terbukti berhasil. (skr)

Berita Terkait

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk
Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?
Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS
Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing
Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Di Hadapan Pimpinan Negara G20, Presiden Prabowo Subianto Kembali Suarakan Perdamaian Palestina
Jelang Pemungutan Suara, Capres Donald Trump Gugat CBS dan Ajukan Keluhan ke Washington Post

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk

Jumat, 13 Juni 2025 - 14:37 WIB

Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?

Selasa, 10 Juni 2025 - 14:22 WIB

Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS

Sabtu, 8 Februari 2025 - 13:58 WIB

Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing

Selasa, 24 Desember 2024 - 13:55 WIB

Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB