Harga Cabai Rawit Merah di Madiun Masih Mahal

- Pewarta

Selasa, 30 Juli 2019 - 04:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Madiun – Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Madiun, Jawa Timur, terpantau masih mahal, yakni di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram.

“Harga cabai rawit masih tinggi. Bahkan terus merangkak naik selama sepekan terakhir dari Rp50 ribu hingga tembus Rp80.000 per kilogram,” ujar seorang pedagang sayuran di Pasar Besar Madiun, Sulastri kepada wartawan, Senin (29/7/2019).

Menurut dia, kondisi masih tingginya harga cabai rawit merah tersebut disebabkan karena pasokan cabai dari petani tidak terlalu banyak. Sehingga stok di pasaran menipis, sedangkan permintaan cenderung banyak.

Kondisi tingginya harga tersebut tidak hanya dikeluhkan konsumen, namun juga para pedagang. Tingginya harga cabai rawit membuat daya beli konsumen turun.

“Kalau harganya terlalu tinggi, tentu tidak laku. Pembelian jadi berkurang. Biasanya bisa jual hingga 20 kilogram per hari, kini hanya setengahnya saja,” kata dia.

Harga tinggi juga terjadi untuk komoditas cabai lainnya, yakni cabai keriting dan merah besar. Sesuai pantauan, harga cabai keriting dalam dua hari terakhir telah tembus Rp60.000 per kilogram. Sedangkan harga cabai merah besar berada di kisaran Rp57.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

Para pedagang memperkirakan tingginya harga cabai masih akan terjadi selama musim kemarau berlangsung. Hal itu karena petani enggan menanam cabai karena belum ada varietas yang tahan dengan anomali iklim.

Menghadapi tingginya harga cabai, Wali Kota Madiun Maidi meminta petani di wilayah setempat untuk menanam tanaman cabai dilahannya guna menjaga stok di pasaran saat pasokan minim yang berakibat harga tinggi.

Wali Kota Maidi mengatakan petani di Kota Madiun akan diberikan stimulus untuk tidak hanya menanam padi, tetapi juga cabai. Sebab, komoditas tersebut seringkali menyumbang inflasi karena stoknya dari sentra produksi terbatas.

“Stimulus itu diberikan dengan rencana menyewakan lahan bengkok dengan harga murah dan dengan syarat wajib ditanami selain padi, seperti cabai atau kacang,” terang Maidi.

Tidak hanya bagi petani, warga masyarakat Kota Madiun juga diminta untuk menanam cabai di pekarangan rumah. Sehingga saat harga tinggi, warga tidak bingung. Paling tidak, telah dapat memenuhi kebutuhan keluarganya sendiri-sendiri. (lrs)

Berita Terkait

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025
Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Operasi Terpadu Kemenhut Bersihkan 360 Hektare Sawit Ilegal TNGL
Gabah Rp6.500 Dan Beras SPHP Jadi Penopang Harga Stabil
Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern

Berita Terkait

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:38 WIB

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:36 WIB

Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025

Sabtu, 20 September 2025 - 08:53 WIB

Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!

Jumat, 12 September 2025 - 15:47 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB