Ali Thaher Sindir PAN agar Konsisten di Luar Pemerintahan

- Pewarta

Selasa, 30 Juli 2019 - 02:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Ali Thaher Parasong menyindir partainya agar memiliki sikap konsisten berada di luar pemerintahan setelah kalah pada pemilu presiden 2019, karena pasangan capres-cawapresnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang diusungnya gagal memenangkan pemilu presiden.

“Bagi saya, kalau kalah dalam pemilu presiden, ya kalah. Selanjutnya berada di luar pemerintahan,” kata Ali Thaher Parasong pada diskusi “Empat Pilar: Rekomendasi Amandemen Konstitusi Terbatas untuk Haluan Negara” di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Menurut Ali Thaher, penegakan demokrasi di Indonesia masih abal-abal karena partai politik setelah pemilu masih berpindah-pindah. “Kalau semua partai ingin bergabung ke pemerintah, maka tidak ada lagi oposisi. Tidak ada lagi partai oposisi yang akan mengontrol pemerintah,” kata Ali Thaher yang menyatakan mendukung calon presiden Prabowo Subianto.

Ketua Komisi VIII DPR RI ini juga mengingatkan PAN untuk bersikap konsisten berada di luar pemerintah dan menjaga aspirasi konstituen yang telah memilihnya. “Kalau menurut saya, nggak bergabung dengan pemerintah. Cengeng amat. Kalau bergabung karena menginginkan kursi menteri kabinet supaya ada akses kekuasaan, itu terlalu kecil bagi saya. Ini dapat membuat pamor partai menjadi lebih pudar,” katanya.

Menurut Ali Thaher, sebagai anggota DPR RI, dirinya memiliki pandangan ideologis bahwa perlu ada partai oposisi sehingga ada yang mengontrol pemerintah. “Bayangkan, kalau pemerintah berjalan tanpa koreksi akan melahirkan otoritarianisme terhadap sipil. Saya mohon maaf dan saya berterus terang, kalau saya tersenyum dalam kegelisahan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ali Thaher mengajak semua pihak untuk membangun bangsa dan negara dalam koridor demokrasi yang sesungguhnya, yakni dari rakyat, oleh rakyat untuk rakyat. “Demokrasi itu tidak semata-mata suara rakyat adalah suara Tuhan, tapi juga sebaliknya yakni suara Tuhan adalah suara rakyat. Di situlah Pancasila sebagai ideologi bangsa yang merupakan nilai-nilai luhur bangsa,” katanya.

Di sisi lain, PAN sampai saat ini masih membuka peluang untuk bergabung dengan partai politik pendukung pemerintah. (riz)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB