Menhan Ryamizard Ingatkan TNI Tidak Berambisi pada Kekuasaan

- Pewarta

Senin, 29 Juli 2019 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilamakmur.co.id, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI agar tidak berambisi pada kekuasaan.

“Sejak terbentuknya, TNI adalah tentara rakyat, berarti kita adalah pengayom bangsa dan TNI harus berdiri di atas semua golongan apa pun juga. Artinya politik TNI adalah politik negara dan TNI tidak boleh sedikitpun memiliki ambisi kekuasaan,” tegas Ryamizard dalam acara Silaturahmi Purnawirawan TNI dengan tema “Dengan Jiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, Keluarga Besar TNI selalu menjaga Soliditas guna Mengawal Keutuhan NKRI” di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Saya tegaskan di sini bahwa politik TNI adalah politik negara dan kita harus selalu bersatu ‘bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, kata Ryamizard.

Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini menegaskan TNI adalah organisasi pejuang bukan organisasi bayaran. TNI juga terikat dengan sumpah setia pada ideologi negara.

“TNI adalah sebagai organisasi panggilan negara, artinya TNI adalah organisasi pejuang. Kita bukan organisasi bayaran dan kita bukan organisasi yang dibentuk karena kepentingan tertentu, tetapi kita adalah organisasi yang terikat sumpah untuk menjaga ideologi negara Pancasila sesuai marga kedua Sapta Marga,” kata dia.

Menurut dia, purnawirawan TNI memang memiliki hak politik, tetapi dirinya mengingatkan agar selalu berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945.

“Memang purnawirawan adalah hak politiknya, tetapi tidak kemana-mana, tetap berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945,” tuturnya.

Ia menambahkan, penilaian terhadap kekuatan pertahanan negara sama sekali tidak hanya dinilai seberapa besar anggaran dan kekuatan alutsista, namun kekuatan tersebut utamanya tertumpu pada kemanunggalan TNI dan rakyat yang dilandasi nilai-nilai luhur dan semagat juang 1945.

“Bila dipadukan akan menjadi kekuatan yang maha dahsyat yang tidak akan pernah terkalahkan oleh kekuatan apapun juga. Karena pada dasarnya rakyat adalah basis kekuatan bangsa,” ujarnya.

Ketua Umum Pepabri Jenderal TNI Purn Agum Gumelar mengatakan, TNI harus menjaga bangsa dari ancaman ideologi yang menyimpang, seperti paham komunisme dan paham radikal agama.

“Tugas kita jauh lebih besar mengawal bangsa ini dari ancaman gerakan yang ingin mengganti NKRI dan Pancasila yang sekarang ini kita kenal ancaman dari ekstrim dan radikal,” katanya di tempat yang sama.

Ia pun meminta TNI untuk mengantisipasi ancaman tersebut dan perlu kebersamaan dari berbagai pihak dalam menyelesaikan segala persoalan bangsa.

“Ini ancaman ke depan yang kita antisipasi. Nah ini perlu kebersamaan kita dengan jiwa semangat Sapta Marga dan sumpah prajurit. Soliditas kita dalam bentuk TNI dan Polri,” ucap Agum.

Hadir dalam acara itu, mantan KSAL Laksamana (Purn) TNI Marsetio, Ketua Umum PPAL Laksamana Purn TNI Ade Supandi, Ketua Umum PPAD Letjen Purn TNI Kiki Syahnakri, mantan Panglima TNI yang juga mantan timses Prabowo-Sandi Jenderal Purn TNI Djoko Santoso, Ketua LVRI Rais Abin dan lainnya. (sya)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK
Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi
Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi
Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional
Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang
Kader Muda PPP Dorong Elite Partai Kembali ke Prinsip Paling Dasar, Kebersamaan dan Musyawara
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 11:49 WIB

Dugaan Korupsi Kredit LPEI, Jejak Dana PT MAJU Disorot KPK

Senin, 9 Juni 2025 - 09:28 WIB

Jokowi Tanggapi Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Sebut Dinamika Demokrasi dan Mekanisme Konstitusi

Sabtu, 7 Juni 2025 - 06:47 WIB

Forum Purnawirawan TNI Kirim Surat Pemakzulan Gibran Rakabuming, Jokowi: Biasa dalam Demokrasi

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:39 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Momentum Penguatan Pemerintahan Menuju Transformasi Ekonomi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:14 WIB

Dari Senayan ke SOKSI: Langkah Politik Baru Misbakhun, Sayap Golkar yang Strategis Jelang 2029 Mendatang

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB