Cawapres Sandiaga Diminta Tanda Tangan Kontrak dengan Petani Tebu

- Pewarta

Senin, 26 November 2018 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno dihadapan ratusan para petani tebu di Lumajang, Minggu (25/11/2018).

Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno dihadapan ratusan para petani tebu di Lumajang, Minggu (25/11/2018).

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno dihadapan ratusan para petani tebu di Lumajang, Minggu menyatakan kondisi petani sekarang bukan swasembada tapi swasengsara. dan kondisi ini harus diperbaiki.

“Pemerintah harusnya hadir dan melindungi para petani bukan membuka keran impor yang membuat swasengsara petani,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (25/11/2018).

Sandiaga diminta tanda tangan kontrak dengan petani tebu yang swasengsara, setelah membaca kontrak tersebut. “Setelah saya baca, saya akan langsung tanda tangan. Di sini juga, di hari ini dihadapan para petani,” jelasnya.

Ada tujuh poin yang diminta para petani tebu untuk dibenahi. Stop impor gula seperti yang dilakukan rezim sekarang, siap memberantas mafia pangan.

Utamanya sektor gula, subsidi pupuk, alat-alat pertanian, revitalisasi pabrik gula plat merah, memberikan kredit lunak dan ringan pada petani tebu, menghapus monopoli penjualan gula serta memperbaiki tata niaga gula.

Sudah tiga hari pasangan Prabowo Subianto ini berada di Jawa Timur, dan semua petani mengeluh rendahnya harga jual, mahalnya pupuk, serta ketidakhadiran pemerintah dalam masa-masa sulit mereka.

“Di Batu saya bertemu Pak Agus Sayur soal anjloknya harga tomat, di Jambuwer Pak Kresna yang juga mengeluhkan turunnya harga kopi dan kini para petani tebu di Lumajang. Insya Allah kami akan memperbaiki semuanya, termasuk kontrak politik kepada para petani tebu. Insya Allah kami wujudkan kembali swasembada pangan,” katanya.

Sebelumnya, salah satu petani Tebu, M Ridwan mengaku panen tebu beberapa tahun ini berakhir tragis. Biaya produksi tanam dengan harga jual sangat jauh rentangnya.

“Kami rugi besar. Kalau Pak Sandi bilang ingin memakmurkan petani saya salut. Tapi perjuangannya harus lebih ekstra pak. Melawan importir, mafia pangan, tata niaga, kalau Pak Sandi bisa dan bersedia menandatangani kontrak kami siap mendukung bapak,” kata Ridwan. (sus)

Berita Terkait

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025
Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Operasi Terpadu Kemenhut Bersihkan 360 Hektare Sawit Ilegal TNGL
Gabah Rp6.500 Dan Beras SPHP Jadi Penopang Harga Stabil
Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern

Berita Terkait

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:38 WIB

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:36 WIB

Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025

Sabtu, 20 September 2025 - 08:53 WIB

Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!

Jumat, 12 September 2025 - 15:47 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB