Cuma Sejam, Menteri Keuangan Buru-Buru Meninggalkan Ruang Diskusi

- Pewarta

Rabu, 17 Juli 2019 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati buru-buru meninggalkan ruang diskusi kajian tengah tahun Institute for Development of Economics and Finance (Indef) 2019 di Jakarta, Selasa.

Sejumlah wartawan terlihat kecewa karena tidak mendapat sesi bertanya lebih lanjut dalam diskusi yang membahas Tantangan Investasi di Tengah Kecamuk Perang Dagang itu.

Sebelumnya Menkeu sempat mengoreksi pernyataan peneliti dari lembaga kajian Indef, Esther Sri Astuti, yang mengkritisi pernyataan metafora Presiden Jokowi terkait perekonomian Indonesia dan dunia yang diibaratkan seperti serial televisi Game of Thrones.

“Presiden Jokowi mengatakan ‘winter is coming’ adalah sebuah metafora. Jadi bukan berarti di Indonesia ada musim dingin. Jadi tidak relevan begitu ya,” ujar Sri Mulyani di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Sri Mulyani mengatakan jika berbicara logika, penyampaian Esther soal Lords of The Ring yang berbicara soal Hobbit (makhluk kecil di serial itu) yang berhasil mengubah dunia di antara gempuran raksasa juga tidak masuk akal.

“Cuma mengoreksi karena kalau bicara tentang logika, kita bicara tentang akal yang harus ditempatkan,” ujar Menkeu.

Menkeu juga mempertanyakan forum diskusi tersebut yang ia rasa bermuatan politik. Menkeu tiba di ruang diskusi sekitar pukul 09.36 WIB.

Namun sejam kemudian, ia sudah harus meninggalkan lokasi karena ingin bertemu dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat di Senayan.

Menteri menyilahkan diskusi dilanjutkan, namun ia berharap semoga hasil seminar dapat memberikan masukan kepada pemerintah mengenai hal apa yang perlu diakselerasi dalam rangka menghadapi persaingan global.

Menkeu mengatakan kebijakan Pemerintah akan selalu tergantung pada produktivitas dan daya saing (competitiveness-productivity) yang paling berkualitas dimiliki negara untuk menarik Investasi dan menggunakan pasar regional ataupun global untuk memperbesar atau memperluas usaha (ekspansi).

“Itu merupakan masalah fundamental Indonesia, tentang competitiveness dan productivity,” tandasnya. (abd)

Berita Terkait

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025
Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Operasi Terpadu Kemenhut Bersihkan 360 Hektare Sawit Ilegal TNGL
Gabah Rp6.500 Dan Beras SPHP Jadi Penopang Harga Stabil
Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern

Berita Terkait

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:38 WIB

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:36 WIB

Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025

Sabtu, 20 September 2025 - 08:53 WIB

Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!

Jumat, 12 September 2025 - 15:47 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB