—Membangun Fondasi Konektivitas Cerdas yang Mempercepat Transformasi di Era AI
SHANGHAI, 24 September 2026 /PRNewswire/ — Huawei menggelar sesi bertajuk "Intelligent WAN, Building an Intelligent Connectivity Foundation" dalam ajang HUAWEI CONNECT 2026 di Shanghai pada 17 September 2026. Sesi tersebut mempertemukan puluhan pengelola infrastruktur, pemimpin industri, dan pakar untuk membahas urgensi membangun fondasi konektivitas cerdas, serta merancang dan menerapkan intelligent WAN di era AI.
Colin Hu, Vice President, Global Public Sector BU, Huawei, mengatakan, jaringan di berbagai sektor kini menghadapi dua tantangan, yakni memperluas cakupan jaringan dan mendukung penerapan AI secara lebih fleksibel. Adopsi AI yang semakin luas mendorong tuntutan yang kian besar terhadap keamanan jaringan, cakupan, kinerja real-time, dan jaminan kinerja deterministik. Pada saat yang sama, kesenjangan cakupan jaringan dan layanan digital masih terjadi, terutama di wilayah terpencil dan area yang belum terlayani secara memadai. Menurut dia, pembangunan jaringan perlu menyeimbangkan cakupan yang inklusif dengan teknologi cerdas untuk membentuk fondasi intelligent WAN yang kuat.
Dustin Kehoe, Head of AMEA Tech Research, GlobalData, menjelaskan, perkembangan AI menuntut modernisasi mendasar pada arsitektur WAN agar mampu menghadapi lonjakan trafik yang besar dan sulit diprediksi. Jaringan konvensional tidak lagi memadai untuk menangani arus data real-time dalam jumlah besar yang dibutuhkan AI. Beban kerja AI membutuhkan arsitektur yang sangat terdistribusi dan didukung teknologi edge agar data dapat diproses lebih dekat dengan sumbernya sehingga latensi berkurang dan penggunaan bandwidth lebih optimal. Intelligent WAN juga perlu memberikan pengalaman jaringan yang deterministik dengan dukungan jaminan kinerja secara terperinci. Tren tersebut turut mengubah kebutuhan terhadap intelligent WAN.
Ado, CEO, Huawei Wide Area Network Domain, mengatakan, masuknya era agentic AI turut mengubah paradigma jaringan. Koneksi jaringan bergeser dari manusia ke agen, sementara pola trafik berubah dari dominasi downlink menjadi lonjakan trafik uplink dalam skala besar. Di sisi lain, jaminan pengalaman jaringan tidak lagi terbatas pada aplikasi tertentu, namun mencakup keseluruhan alur kerja agen. Menurut Ado, infrastruktur konektivitas konvensional harus berkembang untuk membangun fondasi konektivitas cerdas di era AI. Ia merekomendasikan prioritas pada perencanaan tingkat atas di berbagai sektor, khususnya meningkatkan pengalaman jaringan, keamanan, dan perangkat backbone. Peningkatan pengalaman jaringan membutuhkan kemampuan deteksi cerdas, prediksi proaktif, serta penjadwalan trafik secara presisi hingga tingkat flow agar pengguna dan agen memperoleh pengalaman deterministik yang cerdas dan tanpa gangguan. Dari sisi keamanan, pendekatan menyeluruh juga berperan penting, mencakup perangkat dengan fitur keamanan bawaan, enkripsi terpadu, koneksi yang tahan terhadap ancaman komputasi kuantum, kolaborasi antara jaringan dan keamanan, serta manajemen closed-loop otomatis. Perangkat juga perlu memiliki kapabilitas AI-native untuk menghadirkan konektivitas yang cerdas dan tangguh sekaligus memperkuat fondasi jaringan.
Ethan Liu, Vice President, Router Domain, Data Communication Product Line, Huawei, mengatakan, Solusi Stellar AI Integrated Data WAN menawarkan empat kapabilitas yang mendukung transformasi cerdas. Pertama, converged ultra-broadband yang menghilangkan hambatan bandwidth sehingga jaringan dapat menjalankan berbagai fungsi secara lebih efisien. Kedua, multi-dimensional awareness yang mengoptimalkan penyaluran daya komputasi guna mendukung penerapan layanan komputasi AI secara efisien. Ketiga, keamanan dan ketahanan jaringan, termasuk kemampuan melakukan pertahanan secara proaktif. Keempat, otonomi jaringan yang mengubah pola operasi dan pemeliharaan (O&M) konvensional, serta memfasilitasi jaringan melakukan pemulihan mandiri dalam hitungan menit.
Nick Liu, Vice President, Enterprise Optical Domain, Huawei, menyampaikan paparan mengenai jaringan optik. Ia mengatakan Huawei telah mengusulkan national fiber target network dengan karakteristik ultra-broadband, fleksibilitas, keamanan, keandalan, dan intelligent O&M. Berbagai teknologi mutakhir, seperti 400G/800G, all-optical cross-connect (OXC), integrasi OTN-QKD, 50 ms WSON, AI-DAS, dan NOEMate, dapat digunakan untuk membangun jaringan informasi nasional. Huawei mendorong kolaborasi dalam pembangunan jaringan all-optical backbone nasional yang dapat memperluas konektivitas secara inklusif, serta mendukung strategi digital dan transformasi cerdas di tingkat nasional.
Dalam sesi tersebut, para pakar dari berbagai bidang terkait membagikan praktik terbaik serta pandangan mengenai perencanaan dan penerapan jaringan ke depan. Pada kesempatan yang sama, Huawei bersama GlobalData merilis "Intelligent WAN White Paper in AI Era". Publikasi ini menyajikan analisis sistematis mengenai tren industri, arsitektur target WAN, serta peta jalan pengembangan WAN di era AI agar pelanggan dapat mempercepat transisi menuju era agentic AI.
Ke depan, Huawei akan terus mengandalkan kapabilitasnya di bidang infrastruktur jaringan serta bekerja sama dengan mitra dan pelanggan untuk mendorong transformasi cerdas di berbagai industri pada era AI.










