Upaya Mengganti Pancasila Akan Berhadapan dengan Seluruh Rakyat Indonesia

- Pewarta

Kamis, 25 Agustus 2022 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani. (Dok. Dpr.go.id)

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani. (Dok. Dpr.go.id)

ADIL MAKMUR – Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menghadiri acara sosialisasi 4 Pilar kebangsaan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu 24 Agustus 2022

Acara ini turut dihadiri Bupati Sambas Satono beserta jajaran Forkopimda setempat, kepala desa, camat dan tokoh masyarakat Sambas.

Pada kesempatan ini Muzani bicara mengenai pentingnya penguatan Pancasila terhadap setiap individu masyarakat Indonesia.

Karena Pancasila adalah suatu kesepakatan yang sudah final yang diputuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia.

“Sekarang Pancasila sudah final. Mengganti Pancasila akan berhadapn dengan orang-orang seluruh Indonesia, termasuk akan berhadapan dengan seluruh warga Sambas.”

“Setiap upaya mengganti Pancaisla itu akan berhadapan dengan masyarakat Indonesia dari Aceh sampai Papua,” kata Muzani dalam keterangan tertulisnya.

Tugas MPR adalah untuk memastikan kehidupan berbangsa dan bernegara tetap pada jalur ideologi negara. Karena Pancasila sebagai ideologi negara telah menjadikan Indonesia kuat dan menjadi bangsa yang merdeka.

“Kita baru saja merayakan 77 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Ikrar proklamasi kita adalah kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya.”

“Artinya kita sudah berhasil melepas diri dari semua belenggu penjajahan, termasuk produk-produk sistem bernegara di dalam. Kita mengatur diri kita sendiri dalam membangun bangsa dan negara kita,” ujar Muzani yang juga Sekjen Partai Gerindra itu.

“Pancasila telah berhasil menjadikan bangsa Indonesia yang beragam menjadi bersatu. Itu yang menjadikan kita kuat, kita diikat oleh kesepakatan para pendiri bangsa kita. Pancasila menyatukan perbedaan,” tambah Muzani.

“Di Sambas ada bahasa lokal, tapi tetap bahasa nasionalnya adalah bahasa Indonesia. Begitu pun orang Aceh, Batak, Papua dan semuanya ada bahasa lokal, tapi bahasa nasional, bahasa persatuan kita tetap bahasa Indoensia,” kata Muzani.

Kabupaten Sambas berbatasan langsung dengan negara Malaysia, sehingga Kabupaten Sambas dan daerah lain yang berbatasan langsung dengan negara tetangga masyarakatnya harus sehat, makmur dan ideologinya harus kuat.

“Pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus erat bersinergi dalam pembangunan daerah perbatasan seperti Kabupaten Sambas dan ditujukan untuk penguatan masyarakat Kabupaten Sambas sekaligus memperkuat pertahanan negara.”

“Karena masyarakat perbatasan adalah ujung tombak pertahanan negara,” tutup Muzani.***

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB