Pembuat Kebijakan Selalu Hadapi Trade-Off dalam Perumusan Kebijakan

- Pewarta

Kamis, 9 Juli 2020 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Pemerintah sebagai pembuat kebijakan selalu dihadapkan dengan situasi trade-off (pertukaran) terutama pada masa pandemi Covid-19. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan setidaknya ada lima trade-off yang dihadapi dalam merumuskan kebijakan.

Trade-off yang pertama adalah keselamatan dan kesejahteraan. Dalam hal ini Wamenkeu memandang trade-off tersebut masih dapat berjalan bersama, yakni membuka kegiatan ekonomi disertai dengan protokol kesehatan. Trade-off yang kedua adalah kecepatan dengan akurasi.

“Ibu Bapak sekalian tahu persis, sekarang ada PKH, ada bansos, permasalahan yang kita hadapi itu adalah masalah daftar nama penerima. Kalau mau daftar penerimanya itu bagus dulu, maka kecepatannya akan lelet sekali, namun akurasinya tinggi,” kata Wamenkeu dalam Wabinar Nasional “Mencari Solusi Recovery Ekonomi Pasca Covid-19”, pada Rabu (08/07).

Menurut Wamenkeu, trade-off harus dicari keseimbangannya. Keseimbangan tersebut tidak hanya secara konseptual, tetapi juga dapat diterima secara hukum karena pada akhirnya proses audit dapat menjadi proses penegakan hukum.

“Saat ini teman-teman aparat penegak hukum itu kita libatkan di dalam perumusan kebijakan. Dari awal kita merumuskan kebijakan kita melibatkan Kejaksaan, KPK, BPKP, Kepolisian, bahkan sejak awal kami membuka diskusi ini dengan BPK,” ujar Wamenkeu.

Trade-off selanjutnya adalah data proyeksi dan data historis. Wamenkeu menjelaskan bahwa akibat ketidakpastian tinggi, kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sektor Keuangan pada masa pandemi dibuat berdasarkan data proyeksi.

“Kita mengatakan dua bulan lagi bisa negatif perekonomian, tetapi kalau nanti perekonomiannya ternyata baik-baik aja, terus kemudian orang-orang merasa itu kebijakannya aja yang kebakaran jenggot padahal gak ada apa-apa. Itu bahaya sekali persepsi yang seperti itu,” paparnya.

Trade-off atau tantangan keempat yakni situasi dituntut memberi kepastian dengan situasi penuh ketidakpastian. Selanjutnya adalah trade-off masalah moral hazard dan free rider dengan siapa penanggung beban atau biayanya. Wamenkeu mengatakan bahwa seharusnya yang dibantu adalah yang terdampak negatif Covid-19, namun selalu ada kemungkinan muncul free rider dan moral hazard. (keu)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB