Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh, KKP Sisir Bombana, Sulteng

- Pewarta

Rabu, 8 Juli 2020 - 00:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) melakukan kegiatan koordinasi dan survei awal lokasi Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh (PKPT) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Tim survei Ditjen PRL terdiri dari Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Dit. P4K) dan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar.

Koordinasi dan survei awal lokasi dilaksanakan dalam rangka tindak lanjut usulan lokasi pelaksanaan PKPT dari Dinas Perikanan Kab. Bombana. Sebelum peninjauan lokasi, dilakukan pertemuan awal untuk memberikan gambaran terkait dengan pelaksanaan PKPT di Kab. Bombana yang bertujuan untuk meningkatkan ketanggukan wilayah pesisir serta masyarakat terhadap perubahan iklim.

Konsep pelaksanaan PKPT akan diserahkan ke kelompok di masing-masing desa dalam mengusulkan kegiatan yang terkait dengan peningkatan ketangguhan masyarakat dan wilayah pesisir yang disesuaikan dengan rencana kerja desa yang telah disusun. Dalam proses pengusulan kegiatan PKPT di Bombana akan dibantu oleh tenaga pendamping yang telah ditunjuk untuk tahun 2020.

Survei lokasi awal dilakukan di Kecamatan Rarowatu Utara yang terdiri dari desa Lantowa, Watumentade, dan Tunas Baru, serta Kec. Poleang Tenggara yeng terdiri dari desa Lemo dan Terapung. Survei lokasi bertujuan untuk mengetahui kondisi awal kawasan serta pengumpulan data dan informasi sebagai dasar dalam penyusunan profil serta penilaian kondisi ketangguhan desa.

Secara umum perubahan garis pantai yang terjadi Kec. Rarowatu Utara (Desa Lantowa, Watumentade, dan Tunas Baru), selain disebabkan oleh faktor alam juga akibat pembukaan kawasan mangrove yang sudah dilakukan sejak lama sebagai lahan tambak yang tidak memperhatikan daya dukung pemanfaatan mangrove sebagai fungsi pelindung.

Sedangkan wilayah pesisir Kec. Poleang Tenggara dari dua desa yang dipantau, diperoleh bahwa kondisi perubahan garis pantai selain adanya abrasi juga disebabkan adanya penimbunan pantai untuk pemukiman, dan pembuatan tambat labuh.

Selain itu, pada muara sungai yang terdapat di desa Lemo mulai terjadi pendangkalan akibat sedimentasi dan sering terjadi banjir pada musim barat dan berdampak pada rumah penduduk dan sarana tempat penjemuran rumput laut milik nelayan. (kkp)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB