Prabowo Katakan Indonesia Perlu Reorientasi Pembangunan

- Pewarta

Selasa, 15 Januari 2019 - 01:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto dalam Pidato Kebangsaan bertajuk Indonesia Menang di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto dalam Pidato Kebangsaan bertajuk Indonesia Menang di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Calon presiden Prabowo Subiano menegaskan bahwa Indonesia perlu melakukan orientasi ulang pembangunan untuk kemajuan dan menjadi bangsa yang kokoh.

“Apa yang harus kita lakukan adalah melakukan reorientasi pembangunan dan pengelolaan negara,” kata Prabowo dalam Pidato Kebangsaan bertajuk Indonesia Menang di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Reorientasi pembangunan Prabowo fokus pada lima aspek, yaitu swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air bersih, sistem pemerintahan, dan angkatan perang yang unggul.

Fokus pertama, swasembada pangan. Menurut Prabowo, rakyat Indonesia harus mampu memproduksi pangan dari hasil sendiri sehingga kebutuhan rakyat untuk pangan bisa terpenuhi.

“Kita harus mampu memproduksi pangan sendiri. Tidak boleh ada yang kelaparan di negara yang kita cintai ini,” ujarnya.

Terkait swasembada energi, Prabowo mengatakan pemerintah yang akan 100 persen impor energi itu harus diantisipasi.

Dia menilai pemerintah ke depan harus melakukan upaya dini mencari alternatif energi.

Indonesia, menurut Prabowo juga perlu swasembada air bersih karena krisis air bersih di dunia sudah diprediksi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Sudah banyak daerah kita yang kesulitan air bersih. Mereka menyampaikan kepada saya, kepada tim. Mereka katakan tidak perlu kirim kaos, tidak perlu baliho, tidak perlu kirim produk, tapi tolong kirim tangki-tangki air,” katanya.

Selanjutnya, kata Prabowo, menjalankan pemerintahan yang bersih dan berintegritas mulai dari aparatur negara hingga masyarakat karena pemerintah yang kuat terlihat dari aparatur negara yang unggul.

Dia mengatakan diperlukan hakim, jaksa, polisi dan intelijen yang unggul, jujur, dan setia kepada bangsa dan rakyat.

“Kita harus mempunya pemerintahan yang kuat bersih, berintegritas. Kita perlu hakim, polisi, jaksa, dan intejelen yang jujur setia kepada bangsa dan negara,” katanya.

Berikutnya, angkatan perang yang unggul. Menurut Prabowo, Indonesia bisa menjadi negara kokoh apabila memilik angkatan perang yang kuat dimulai dari tentara hingga peralatan perangnya.

Hadir dalam pidato kebangsaan tersebut antara lain calon wakil presiden Sandiaga Uno, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Asegaf Aljufrie, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, politisi Partai Berkarya Titiek Soeharto. (ibl)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB