FDA Tolak Pernyataan Trump soal 99% Virus Corona Tak Berbahaya

- Pewarta

Selasa, 7 Juli 2020 - 00:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Komisioner Badan Urusan Pangan dan Obat-Obatan FDA Dr. Stephen Hahn menolak pernyataan Presiden Amerika Donald Trump bahwa 99 persen kasus virus corona “tidak berbahaya”.

Hahn mengatakan pada stasiun televisi CNN bahwa ia “tidak akan menjawab siapa yang benar dan siapa yang salah,” tetapi data pemerintah jelas menunjukkan bahwa “ini masalah serius.” Ditambahkannya, “kasus apapun jelas tragis,” dan untuk membendung meningkatnya gelombang kasus baru maka orang-orang harus mengikuti pedoman pemerintah untuk mempraktikkan pembatasan sosial dan mengenakan masker.

Dalam pernyataan peringatan Hari Kemerdekaan 4 Juli, Trump mengatakan Amerika telah melakukan terlalu banyak pengujian dan dengan keliru menyatakan “dengan melakukan pengujian itu, tampak bahwa 99% kasus benar-benar tidak berbahaya.”

Badan Kesehatan Dunia WHO mengatakan sekitar 20% warga yang didiagnosa mengidap Covid-19 memiliki penyakit yang parah, termasuk pneumonia dan gagal bernafas. Mereka yang menunjukkan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala sama sekali, tetap dapat menjangkiti orang lain.

Petugas medis melakukan swab test “drive thru” terhadap seorang pengemudi di Phoenix, Arizona di tengah perebakan pandemi Covid-19.

Walikota Austin, Texas, di mana kasus virus corona kini melesat, menyebut pernyataan Trump “berbahaya” dan “salah.” Walikota Steve Adler menyerukan warga untuk mendengar nasihat pejabat-pejabat lokal tentang pedoman keselamatan publik daripada “pesan ambigu dari Washington DC.”

Sementara itu, toko-toko pembuatan tatto dan layanan pribadi seperti salon kuku di New York akan diizinkan beroperasi kembali mulai hari Senin (6/7/2020), ketika kota ini memasuki tahap ketiga.

Seluruh kawasan di negara bagian itu telah memasuki tahap ketiga. Kota New York masih melakukan pembatasan karena para pejabat pekan lalu memutuskan untuk menunda ijin makan di dalam restoran karena kekhawatiran kemungkinan terjadinya kasus virus corona baru. Meskipun demikian makan di luar restoran diizinkan.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan ada lebih dari 530 kasus baru virus corona yang dilaporkan di negara bagian itu hari Sabtu (4/7/2020), termasuk delapan kasus kematian.

Pada puncak perebakan virus corona di New York, kasus baru per hari bisa mencapai lebih dari 10.000 dan kasus kematian mencapai 700 orang.

Sejauh ini toko-toko eceran dan kantor sudah diizinkan beroperasi kembali. (voa)

Berita Terkait

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk
Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?
Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS
Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing
Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Di Hadapan Pimpinan Negara G20, Presiden Prabowo Subianto Kembali Suarakan Perdamaian Palestina
Jelang Pemungutan Suara, Capres Donald Trump Gugat CBS dan Ajukan Keluhan ke Washington Post

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk

Jumat, 13 Juni 2025 - 14:37 WIB

Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?

Selasa, 10 Juni 2025 - 14:22 WIB

Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS

Sabtu, 8 Februari 2025 - 13:58 WIB

Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing

Selasa, 24 Desember 2024 - 13:55 WIB

Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB