Ya Ampun, Mengapa Proyek Kereta Cepat Tidak Dikaji Mendalam?

- Pewarta

Kamis, 2 Juli 2020 - 04:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Proyek kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dan Bandung, akhirnya terbukti tidak tidak dikaji mendalam, sehingga kelayakannya dipertanyakan. Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir melihat, selain pembebasan lahan yang tidak selesai, proyek ini juga ternyata dikerjakan oleh perusahaan China Railways Construction Corporation yang finansial perusahaannya sedang bermasalah.

Kini, Pemerintah Indonesia mengajak kembali Pemerintah Jepang untuk terlibat dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dulu kalah tender dengan China. Sejak tahun 2016, ketika Hafisz masih menjadi Ketua Komisi VI DPR RI, ia sudah menyerukan agar proyek ini dikaji ulang. Dan kini, terbukti proyek tersebut tidak layak, karena tidak dikaji mendalam.

“Feasibility study-nya tidak layak dan juga merugi. Break even point-nya berpuluh-puluh tahun tidak menentu pula,” kata politisi PAN ini dalam wawancara eksklusifnya dengan Parlementaria, Rabu (1/7/2020). Ia menjelaskan, proyek ini sebetulnya sudah ada sejak tahun 2009. Namun, ketika itu PT. KAI menolak melakukan konsorsium lantaran tidak layak. Proyek ini kembali dihidupkan oleh Pemerintahan Jokowi dengan mengambil asumsi business to business (b-to-b).

Pada 2016, legislator dapil Sumatera Selatan I ini pernah berujar, sisi ketidaklayakan lainnya adalah tanah yang labil dan jarak tempuh yang terlalu dekat. Seperti diketahui, sedianya proyek ini rampung pada 2019. Namun, kemudian diundur hingga 2021 karena persoalan pembebasan lahan. Mega proyek kereta cepat 140 km/jam dan hanya butuh waktu 46 menit ke Bandung dari Jakarta itu dikerjakan konsorsium Indonesia-China.

Jepang sendiri, kata Hafisz, sudah mendapat proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya. Dan Pemerintah memperpanjang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hingga ke Surabaya dengan harapan bisa lebih ekonomis. Selain itu, agar investor Jepang mau bergabung dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang sedang dikerjakan konsorsium Indonesia-China. (dpr)

Berita Terkait

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025
Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Operasi Terpadu Kemenhut Bersihkan 360 Hektare Sawit Ilegal TNGL
Gabah Rp6.500 Dan Beras SPHP Jadi Penopang Harga Stabil
Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern

Berita Terkait

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:38 WIB

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:36 WIB

Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025

Sabtu, 20 September 2025 - 08:53 WIB

Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!

Jumat, 12 September 2025 - 15:47 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB