Jaga Jarak Mudah Diucapkan tapi Tidak Mudah Dilakukan

- Pewarta

Minggu, 21 Juni 2020 - 05:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Menjaga jarak atau physical distancing, sebagai bagian dari protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 menjadi penting untuk dilakukan. Sebagaimana menurut rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), jarak aman yang dianjurkan dalam physical distancing adalah satu hingga dua meter.

Kendati protokol kesehatan seperti jaga jarak dan lainnya sudah sering disebar luaskan melalui berbagai media, namun hal itu masih sulit dilakukan.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional), Doni Monardo, dalam wawancara khusus bersama salah satu televisi swasta mengakui bahwa jaga jarak mudah diucapkan, akan tetapi masih sulit untuk dilakukan. Padahal apabila hal itu dilakukan, maka COVID-19 dapat dikendalikan.

“Jaga jarak mudah diucapkan, tapi masih sulit untuk dilakukan,” ujar Doni di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Doni juga mengatakan bahwa kedisiplinan menjadi kunci dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Menurutnya, penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 itu tidak akan mudah ditularkan apabila masyarakat disiplin.

“Seperti yang saya sudah katakan, tiga kunci utama dalam memutus kunci penanganan COVID-19 adalah disiplin, disiplin dan disiplin,” tegas Doni.

Kemudian, ketika bicara mengenai puncak COVID-19, Doni mengatakan bahwa hal itu semestinya tidak akan terjadi dengan kedisiplinan yang tinggi.

Menurut Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, hingga hari ini belum ada ahli atau pakar yang dapat mengukur dan memastikan kapan pandemi COVID-19 akan berakhir. Seluruh dunia saat ini sedang berlomba untuk membuat dan mendapatkan vaksinnya.

Dalam hal ini, ada kemungkinan menurut pakar bahwa manusia akan hidup lebih lama dengan COVID-19. Sebagaimana beberapa jenis penyakit yang lain seperti HIV-AIDS, yang mana sampai hari ini belum ada obat atau vaksinnya.

“Belum ada pakar yang bisa memastikan kapan akan berakhir. Bisa jadi manusia akan hidup lama dengan COVID-19,” kata Doni.

“Vaksin bisa ditemukan atau tidak ditemukan, seperti HIV,” imbuhnya.

Melihat kondisi tersebut, maka sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo bahwa dalam hal ini masyarakat harus dapat hidup berdampingan dengan COVID-19. Adapun berdampingan pada konteks ini bukan berarti menyerah, namun beradaptasi untuk tetap aman COVID-19 dan tetap produktif.

“Berdampingan (dengan COVID-19), bukan berarti menyerah, akan tetapi kita harus beradaptasi. Bagaimana kita tetap melakukan aktivitas, tapi tidak terpapar COVID-19,” pungkas Doni. (gus)

Berita Terkait

Cara Memilih Model Kacamata yang Tepat Sesuai Bentuk Wajah Anda
Rekomendasi Outer Terbaik untuk Tampil Stylish dan Nyaman Sehari-hari
Tips jalan jalan di Batam
Rekomendasi Tempat Nongkrong Enak di Jakarta Buat WFC
7 Tempat Ayam Bakar Paling Enak di Jakarta yang Wajib Dicoba
Tempat Makan Seafood Paling Enak di Jakarta: Surga bagi Pecinta Makanan Laut
7 Rekomendasi Sate Paling Enak di Jakarta
Inovasi KODAI DOOR di Indo Build Tech 2024: Pintu Baja dengan Rangka WPC Tahan Rayap

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 19:09 WIB

Cara Memilih Model Kacamata yang Tepat Sesuai Bentuk Wajah Anda

Senin, 19 Januari 2026 - 18:50 WIB

Rekomendasi Outer Terbaik untuk Tampil Stylish dan Nyaman Sehari-hari

Sabtu, 20 September 2025 - 18:00 WIB

Tips jalan jalan di Batam

Kamis, 22 Agustus 2024 - 09:15 WIB

Rekomendasi Tempat Nongkrong Enak di Jakarta Buat WFC

Rabu, 21 Agustus 2024 - 09:22 WIB

7 Tempat Ayam Bakar Paling Enak di Jakarta yang Wajib Dicoba

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB