Waduh, Dirut Sebut PT PLN (Perseo) Alami Kerugian Rp 38,88 Triliun

- Pewarta

Jumat, 19 Juni 2020 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hallo.id, Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat kerugian sejumlah Rp 38,88 triliun di kuartal I 2020. 

Kinerja keuangan perusahaan itu mengalami penurunan dibanding kuartal I 2019 yang berhasil meraup laba bersih Rp4,157 triliun.

Menurut Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini, penyebab meruginya perusahaan pada tiga bulan pertama tahun ini.

Zulkifli menyebutkan, kurs rupiah yang melemah terhadap dolar AS sejak virus corona mulai masuk ke Indonesia.

Ia menegaskan, nilai tukar rupiah saat itu sempat menyentuh level Rp16.367 per dolar Amerika Serikat.

Turunnya rupiah membuat perusahaan wajib mencatat selisih kurs dalam pembukuannya sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 10.

“Perlu kami sampaikan akhir Maret 2020 terjadi pelemahan nilai tukar terhadap mata uang asing akibat sentimen negatif dan lain-lain. Jadi, itu adalah rugi accounting akibat selisih kurs,” kata Zulkifli dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/6/2020).

Dalam laporan keuangan perusahaan kuartal I 2020 disebutkan, untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2020 dan 2019 (Tidak Diaudit), kerugian terbesar berasal dari tertekannya kurs rupiah terhadap dolar AS. Total rugi kurs mata uang asing mencapai Rp51,97 triliun. Sebagai pembanding, pada kuartal I 2019 PLN mencatatkan keuntungan kurs mata uang asing senilai Rp4 triliun.

Sementara jumlah beban usaha PLN naik menjadi Rp78,79 triliun dari Rp73,635 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan beban usaha terutama berasal dari biaya pembelian tenaga listrik yang meningkat 29,47 persen dari Rp19,95 triliun di kuartal I 2019 menjadi Rp25,83 triliun pada kuartal pertama tahun ini.

Meski begitu, pendapatan usaha perusahaan naik. Penjualan tenaga listrik di 3 bulan pertama 2020 mencapai Rp70,24 triliun, sementara di periode yang sama tahun lalu Rp66,84 triliun.

Pendapatan dari penyambungan pelanggan bertambah menjadi Rp1,83 triliun dari sebelumnya Rp1,607 triliun. Begitu juga pendapatan lain-lain sejumlah Rp622,61 miliar yang lebih baik dibanding Rp 463,32 miliar pada kuartal I 2019 lalu. (inf)

Berita Terkait

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025
Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Operasi Terpadu Kemenhut Bersihkan 360 Hektare Sawit Ilegal TNGL
Gabah Rp6.500 Dan Beras SPHP Jadi Penopang Harga Stabil
Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern

Berita Terkait

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:38 WIB

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:36 WIB

Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025

Sabtu, 20 September 2025 - 08:53 WIB

Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!

Jumat, 12 September 2025 - 15:47 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB