Target Pertumbuhan Ekonomi Pemerintah 2021 Masih Terlalu Tinggi

- Pewarta

Selasa, 16 Juni 2020 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Meski menyetujui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2021 yang telah dipaparkan oleh pemerintah sebelumnya, namun Fraksi Partai Gerindra memberikan beberapa catatan. Salah satunya terkait target pertumbuhan ekonomi tahun 2021 yang dipatok Pemerintah dinilai terlalu tinggi. Hal tersebut berkaitan dengan ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

“Agar penyusunan, perumusan KEM-PPKF lebih teliti, detil, dan tertib dengan pertimbangan ekonomi dunia dan domestik di masa pandemi ini, agar target dan outlook realisasi tidak terlalu besar mengingat pandemi virus corona belum diketahui kapan berakhir dan dampak ke depannya,” ujar Anggota Komisi XI DPR RI Soepriyatno saat membacakan Pandangan Fraksi Partai Gerindra atas keterangan pemerintah terhadap KEM PPKF Tahun 2021 pada Sidang Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2020).

Dengan tingginya target pertumbuhan ekonomi pemerintah dalam RAPBN Tahun 2021 tersebut, Fraksi Partai Gerindra khawatir hal tersebut dijadikan alasan defisit yang kian lebar. Hingga kemudian diselesaikan dengan cara kembali meningkatkan rasio utang pemerintah. Pasalnya, perekonomian domestik dan global masih diliputi perlambatan akibat pandemic Covid-19. Oleh karena itu Fraksi Partai Gerindra berharap angka-angka proyeksi KEM-PPKF Tahun 2021 khususnya proyeksi pertumbuhan ekonomi tidak disusun secara over confidence.

Sebagaimana diketahui, pada Sidang Paripurna DPR RI sebelumnya, Selasa 12 Mei 2020, Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan KEM-PPKF dengan mematok pertumbuhan ekonomi pada tahun depan mencapai 4,5 – 5,5 persen. Inflasi 2- 4 persen, tingkat suku bunga SBN 10 tahun sebesar 6,67- 9,56 persen.

Sementara nilai tukar rupiah dipatok Rp 14.900 hingga Rp 15.300 per dollar AS. Sedangkan harga minyak mentah Indonesia dipatok dengan harga 40-50 dollar AS per barrel, Lifting minyak bumi sebesar 677-737 ribu barrel per hari, Lifting gas bumi sebesar 1 juta-1,17 juta barrel setara minyak per hari. (dpr)

Berita Terkait

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025
Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Operasi Terpadu Kemenhut Bersihkan 360 Hektare Sawit Ilegal TNGL
Gabah Rp6.500 Dan Beras SPHP Jadi Penopang Harga Stabil
Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern

Berita Terkait

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:38 WIB

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:36 WIB

Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025

Sabtu, 20 September 2025 - 08:53 WIB

Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!

Jumat, 12 September 2025 - 15:47 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB