BNPB Sebut Gunung Anak Krakatau Diperkirakan Tidak akan Erupsi Sedahsyat 1883

- Pewarta

Rabu, 26 Desember 2018 - 01:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Krakatau meletus di mana letusan ini adalah salah satu letusan gunung api paling mematikan dan paling merusak dalam sejarah.

Gunung Krakatau meletus di mana letusan ini adalah salah satu letusan gunung api paling mematikan dan paling merusak dalam sejarah.

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Gunung Anak Krakatau yang saat ini terus erupsi diperkirakan jika meletus maka letusannya tidak akan sedahsyat erupsi gunung Krakatau pada 1883.

“Tidak akan, kenapa? Karena saat itu tiga gunung di Selat Sunda meletus bersamaan yaitu Gunung Krakatau, Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa (25/12/2018).

BACA JUGA : Band Seventeen Minta Tidak Sebarkan Foto dari Lokasi

Pada 27 Agustus 1883, Gunung Krakatau meletus di mana letusan ini adalah salah satu letusan gunung api paling mematikan dan paling merusak dalam sejarah, menimbulkan setidaknya 36.417 korban jiwa akibat letusan dan tsunami yang dihasilkannya.

Dampak letusan juga dirasakan di seluruh penjuru dunia. Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer.

Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.

Sutopo menjelaskan, saat itu setelah letusan terjadi ketiga gunung juga habis akibat erupsi, baru pada 1927 muncul anak Gunung Krakatau yang dinamakan Gunung Anak Krakatau.

Lebih lanjut Sutopo menerangkan, banyak para ahli menyatakan bahwa untuk menghasilkan letusan yang besar masih diperlukan waktu 500 tahun ke depan. Gunung Anak Krakatau terus meninggi karena setiap tahun tumbuh antara empat hingga enam meter.

Sebelumnya, pada Sabtu (22/12/2018) terjadi tsunami yang disebabkan longsoran akibat tremor terus menerus gunung Anak Krakatau.

Tsunami yang terpantau setinggi 2,5 meter tersebut menerjang Banten dan Lampung hingga menimbulkan 429 korban meninggal 1.485 orang luka-luka, 154 hilang dan 16.082 orang mengungsi.

Karena masih terus erupsi, Badan Geologi merekomendasikan agar tidak ada aktivitas dengan jarak dua kilometer dari kawah gunung, sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau agar masyarakat untuk sementara menjauhi wilayah pantai. (des)

Berita Terkait

Manfaat Green Mining bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Masyarakat 
KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga
PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil
Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar
Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN
Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030
Lukisan di Ranjang Sakit: SBY dan Istirahat Sang Jenderal Demokrat
Kejagung Tetapkan Jurist Tan Tersangka Korupsi Chromebook, Mangkir Pemeriksaan

Berita Terkait

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana Rp222 Miliar Kasus Bank BJB ke Ridwan Kamil dan Keluarga

Rabu, 3 September 2025 - 08:18 WIB

PBB Pantau Protes Nasional, Ingatkan Indonesia Jaga Hak Warga Sipil

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:57 WIB

Bantuan Pangan Jadi Kunci Tekan Harga Beras Di Tengah Lonjakan Pasar

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 08:47 WIB

Uang Rakyat Harus Efisien, Prabowo Hapus Tantiem Komisaris BUMN

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:03 WIB

Angelica Tengker Kukuhkan Visi Budaya dan Bangsa Lewat KKK 2025–2030

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB