Virus Corona Telah Menghantam Wall Street, Ekonomi Dunia Mulai Goyang

- Pewarta

Senin, 3 Februari 2020 - 02:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Wabah virus corona juga menyerang bursa saham dunia. Hampir semua bursa dunia mengalami koreksi dalam pada perdagangan hari terakhir, Jumat (31/1/2020).

Wall Street disebut-sebut tengah berjuang menghadapi tekanan ini dan mengalami masa-masa yang buruk karena harus kehilangan banyak poin pada beberapa indeks saham.

Wabah virus corona menimbulkan kekhawatiran besar. Otoritas Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan darurat kesehatan masyarakat. Mulai Minggu (2/2/2020) AS akan akan melarang masuk warga negara asing dari mana pun yang telah melakukan perjalanan ke China dalam dua minggu terakhir. Sementara warga negara AS yang melakukan perjalanan ke China akan dikarantina.

Jumlah kematian akibat wabah virus corona di China mencapai 259 hingga Jumat (31/1/2020), menurut catatan Reuters yang diambil dari rilis Komisi Kesehatan Nasional China. Disebutkan, 45 kematian baru di provinsi Hubei, dan satu di kota Chongqing.

Jumlah akumulasi orang yang terjangkit virus corona mencapai 11.791.

Para analis Oxford Economics mengatakan wabah akan memiliki dampak jangka pendek yang besar pada pertumbuhan ekonomi China dan mungkin mengekang pertumbuhan PDB global sebesar 0,2 poin persentase tahun ini.

“Semakin jelas penyakit ini menjadi masalah ekonomi dan kesehatan masyarakat,” kata mereka.

Sementara kelompok riset Inggris Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis (CEBR) menyebut ekonomi dunia akan kian rapuh.

Badan statistik resmi Uni Eropa mengumumkan pada hari Jumat bahwa area mata uang tunggal beranggotakan 19 negara itu telah mengalami pelambatan tajam. Belakangan kondisi memang sangat tidak menentu, akibat ketidakpastian Brexit, menyusul pertengkaran perdagangan China dan Amerkka, kemudian muncul wabah virus corona.

Ekonomi zona euro tumbuh 1,2 persen sepanjang tahun ini, turun dari 1,8 persen pada 2018 dan mencapai 2,7 persen pada 2017.

Kerugian berbasis luas di Wall Street, tetapi pengecualian adalah Amazon, yang melonjak 7,4 persen setelah merilis hasil pendapatan kuartalan untuk periode liburan yang mengalahkan ekspektasi pasar. (rep)

Berita Terkait

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk
Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?
Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS
Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing
Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Di Hadapan Pimpinan Negara G20, Presiden Prabowo Subianto Kembali Suarakan Perdamaian Palestina
Jelang Pemungutan Suara, Capres Donald Trump Gugat CBS dan Ajukan Keluhan ke Washington Post

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Konflik Lahan Resor Donald Trump, Nasib Petani Vietnam di Ujung Tanduk

Jumat, 13 Juni 2025 - 14:37 WIB

Peringatan Israel: Aktivis Gaza Terancam Penjara, Greta Thunberg Lolos Setelah Bertahan di Kapal?

Selasa, 10 Juni 2025 - 14:22 WIB

Protes Imigran di New York Berujung Bentrok: Polisi Borgol Demonstran, Satu Orang Dilarikan ke RS

Sabtu, 8 Februari 2025 - 13:58 WIB

Sultan Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing

Selasa, 24 Desember 2024 - 13:55 WIB

Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB