100 Hari Kerja Jokowi-Ma’ruf : Subsidi Bakal Dicabut Bikin Harga Elpiji 3 Kg Naik

- Pewarta

Jumat, 31 Januari 2020 - 02:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adilmakmur.co.id, Jakarta – Pemerintah berencana mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram (Kg), sehingga harga elpiji 3 Kg diperkirakan akan naik menjadi Rp35.000 dari harga saat ini berkisar Rp18.000 sampai Rp21.000. Nantinya, penyaluran subsidi Elpiji (LPG) 3 Kg diterapkan tertutup.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial menyampaikan, distribusi subsidi Elpiji 3Kg dibatasi lantaran merupakan yang terbesar dibanding alokasi subsidi energi yang lain.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp125,3 triliun. Di mana subsidi listrik sebesar Rp54,8 triliun, sementara subsidi energi sebesar Rp70,6 triliun.

Dari subsidi energi tersebut, alokasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp19,9 triliun, sedangkan subsidi elpiji sebesar Rp50,6 triliun.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto menyebut bahwa jika penyaluran subsidi Elpiji (LPG) 3 Kg diterapkan tertutup, maka harga akan mengikuti pasar atau lebih mahal. Dengan diterapkannya penyaluran subsidi tertutup, maka subsidi tidak lagi pada setiap tabung Elpiji, tetapi pada setiap orang ‎yang menerimanya.

Diterapkan Pertengahan 2020

Menurutnya, harga Elpiji 3 Kg yang saat ini murah karena disubsidi per tabung, nantinya akan mengikuti harga pasar jika penyaluran subsidi elpiji tertutup diterapkan.

Subsidi tersebut akan disalurkan langsung ke penyalur Elpiji, melalui media yang digunakan sebagai identitas pihak yang berhak mendapat subsidi Elpiji.

“Dari barcode nanti bisa diketahui apakah layak menerima atau tidak, nanti dari bank mentransfer subsidinya,” tutur Djoko.

Rencananya, penerapan penyaluran subsidi Elpiji tertutup akan diterapkan pada pertengahan 2020 setelah pemerintah menetapkan mekanisme penyaluran subsidi Elpiji tertutup.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan pemerintah secara bertahap akan mengurangi subsidi yang selama ini diberikan. “Semua subsidi akan bertahap kita kurangin,” kata Menko Luhut di Kantornya, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Alasannya, pemerintah melihat menilai subsidi tersebut kurang efisien. Namun, hal ini bukan berarti pemerintah ingin menyengsarakan rakyatnya. Dia berdalih pencabutan subsidi dilakukan dalam konteks efisiensi.

Sementara itu, pengganti subsidi bagi masyarakat miskin akan diberikan dengan skema baru. Yakni dengan cara memberikan bantuan langsung kepada yang membutuhkan.

Elpiji untuk Masyarakat Miskin

Menteri ESDM Arifin Tasrif memastikan masyarakat kurang mampu akan tetap mendapat subsidi gas elpiji 3 kilogram (Kg). Subsidi elpiji 3 Kg nantinya direncanakan berupa uang tunai yang diberikan pada masyarakat miskin.

Hal ini diungkapkannya setelah kabar harga gas elpiji 3 Kg naik mencuat beberapa waktu lalu. Nantinya, skema penyaluran elpiji tersebut akan bersifat tertutup.

“Tertutup maksudnya kita identifikasi dulu, mana yang berhak terima mana yang tidak. Tidak dibatasi, yang terima tetap terima, tapi nanti akan teridentifikasi,” paparnya.

Nantinya, subsidi takkan diberikan per tabung, tapi langsung ke penerima manfaat alias masyarakat tidak mampu. Meski demikian, bukan berarti penerima manfaat bebas sebanyak-banyaknya menggunakan gas 3 Kg.

Sebab, dalam 1 bulan mereka hanya dijatah maksimal 3 tabung. Setelah subsidi dicabut, nantinya harga jual gas 3 Kg akan disesuaikan dengan harga pasar. Harganya diperkirakan sekitar Rp35.000.

Belum Diputuskan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memutuskan nasib subsidi elpiji 3 kilogram (Kg). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan distribusi subsidi elpiji 3 Kg dilakukan dengan skema tertutup.

“Belum (diputuskan), harus lewat ratas,” kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).

Dia menjelaskan nantinya dalam rapat terbatas akan ditentukan keputusan terkait hal tersebut. Kementerian ESDM, lanjutnya, juga belum memberikan laporan terkait rencana perubahan tersebut.

“Belum (putusan subsidi elpiji 3 Kg), sampai di ratas baru memutuskan setelah ada angka-angka,” ungkap Presiden Jokowi.

Perlu Sosialisasi

Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengatakan, belum ada pernyataan resmi mengenai kenaikan harga elpiji bersubsidi 3 Kg atas dampak penerapan penyaluran subsidi tepat sasaran. Dia pun menduga ada pihak yang berspekulasi mengenai hal tersebut.

“Sebetulnya tidak ada pernyataan resmi dari kementerian mengenai elpiji 3 Kg. Ini kita juga sempat terkejut kenapa ini bisa terekspos, apakah spekulasi,” kata Arifin saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Saat ini pihaknya masih melakukan kajian mengenai sistem penyaluran subsidi elpiji tertutup, supaya subsidi digunakan oleh pihak yang berhak mendapatkan.

“Ini akan melibatkan banyak pihak, stakeholder terkait, terutama mengenai pengabsahan data di lapangan,” ujarnya.

Arifin melanjutkan, meski sudah ada mekanisme yang akan diterapkan, tetapi perlu dilakukan sosialisasi ke masyarakat. “Karena banyak masyarakat yang belum paham kalau seandainya diterapkan pola harga sama, diberikan bantuan langsung tunai melalui kartu, atau alternatif lainnya,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, untuk menerapkan penyaluran subsidi elpiji tertutup agar tepat sasaran, seharusnya melibatkan Pertamina sebagai operator yang ditugaskan menyalurkan elpiji bersubsidi. (rep)

Berita Terkait

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025
Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Operasi Terpadu Kemenhut Bersihkan 360 Hektare Sawit Ilegal TNGL
Gabah Rp6.500 Dan Beras SPHP Jadi Penopang Harga Stabil
Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern

Berita Terkait

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:38 WIB

Permintaan Tegas Prabowo Subianto ke Pengusaha: Jangan Kau Cekik Para Petani! Rakyat Harus Sejahtera

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:36 WIB

Program Partisipasi Desa PT Sumbawa Timur Mining Raih CSR & PDB Awards 2025

Sabtu, 20 September 2025 - 08:53 WIB

Keunggulan Menggunakan Layanan QRIS Merchant DOKU bagi Pebisnis Pemula!

Jumat, 12 September 2025 - 15:47 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB